Puisi: Kepada Leona (Karya Darius Umari)

Puisi "Kepada Leona" karya Darius Umari menangkap momen ketika cinta tak lagi pasti, namun masih menyisakan harapan—bahwa setelah istirahat ...
Kepada Leona

Apakah sudah tiada waktu
Buat kita bercinta lagi
Sebuah kembara berakhir dan sepi
Serahkan perak tuangan ketika malam tiba

Kita terlalu sibuk dengan berdiam diri
Mokal dan terperinci. Dan seolah mengalah
Kubenarkan juga kau akhirnya
: Sepasang daun menari dalam angin

Leona cintaku. Agaknya
Terlalu banyak kita berdusta pada diri kita
Ataukah karena tak pernah sungguh-sungguh?

Nafasmu begitu wangi buat kukecup sendiri
Namun aku bakal banyak bertanya juga
Tentang kau, tentang makna-makna
Yang bikin aku curiga selama ini

Barangkali buat kita sudah tiada waktu
Buat bercinta lagi. Sebuah kembara berakhir
Dan sepi bakal membeku di sini

Leona, Leona. Kekasih yang gelisahkan daku selalu
Kita istirah di sini pasti
Buat kembara lagi lebih jauh.

Sumber: Horison (September, 1969)

Analisis Puisi:

Puisi “Kepada Leona” karya Darius Umari merupakan sajak liris yang bertumpu pada dialog batin tentang cinta, kelelahan emosional, dan perasaan ragu yang tak kunjung usai. Dengan gaya pengucapan yang tenang namun gelisah, puisi ini memperlihatkan cinta yang berada di persimpangan: antara bertahan, berpisah, atau sekadar beristirahat dari perjalanan panjang bersama.

Tema

Tema utama puisi ini adalah cinta yang diliputi keraguan, kelelahan, dan kesadaran akan keterbatasan waktu. Cinta tidak lagi hadir sebagai gairah yang utuh, melainkan sebagai pertanyaan yang terus mengusik batin.

Puisi ini bercerita tentang hubungan dua insan—penyair dan Leona—yang telah melalui sebuah “kembara” panjang. Kembara tersebut kini terasa berakhir, menyisakan sepi dan kebekuan. Penyair merenungkan hubungan mereka, mempertanyakan ketulusan, kebohongan terhadap diri sendiri, serta kemungkinan bahwa waktu untuk saling mencinta telah habis.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah bahwa cinta dapat layu bukan hanya karena perpisahan fisik, tetapi karena kebisuan, ketidaksungguhan, dan kompromi batin yang terlalu lama. Keraguan yang terus dipelihara justru menggerogoti keintiman. Puisi ini juga menyiratkan bahwa jeda atau perpisahan bisa menjadi cara untuk memulihkan diri sebelum melanjutkan perjalanan hidup yang lain.

Suasana dalam puisi

Puisi ini membangun suasana murung, melankolis, dan gelisah. Kesepian terasa dominan, namun tetap disertai nada lembut dan intim, seolah pengakuan batin disampaikan tanpa amarah, hanya dengan kejujuran yang lelah.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat puisi ini adalah ajakan untuk bersikap jujur terhadap perasaan sendiri dalam menjalin hubungan. Cinta menuntut kesungguhan; tanpa itu, hubungan hanya akan diisi kebisuan dan keraguan. Puisi ini juga mengingatkan bahwa beristirahat atau berpisah bukan selalu akhir, melainkan bisa menjadi awal bagi kembara yang lebih jauh dan lebih jujur.

Imaji

Puisi ini menghadirkan imaji yang lembut dan simbolik, antara lain:
  • Imaji alam pada “sepasang daun menari dalam angin” sebagai lambang kerapuhan dan ketakterikatan,
  • Imaji penciuman pada “nafasmu begitu wangi” yang menegaskan keintiman,
  • Imaji malam dan sepi pada “ketika malam tiba” dan “sepi bakal membeku”.
Imaji-imaji ini memperdalam nuansa perenungan cinta.

Majas

Beberapa majas yang menonjol dalam puisi ini antara lain:
  • Metafora, pada “kembara” sebagai simbol perjalanan hubungan,
  • Personifikasi, pada sepi yang “membeku”,
  • Repetisi, pada penyebutan nama “Leona” untuk menegaskan kedekatan emosional,
Puisi "Kepada Leona" karya Darius Umari adalah potret cinta yang jujur dalam kegelisahan. Dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, puisi ini menangkap momen ketika cinta tak lagi pasti, namun masih menyisakan harapan—bahwa setelah istirahat sejenak, selalu ada kemungkinan untuk memulai kembara yang lebih jauh.

Puisi Darius Umari
Puisi: Kepada Leona
Karya: Darius Umari

Biodata Darius Umari:
  • Darius Umari lahir pada tanggal 5 November 1942 di Talang, Sumatra Barat.
© Sepenuhnya. All rights reserved.