Puisi: Kicauan Burung (Karya Kang Thohir)

Puisi “Kicauan Burung” karya Kang Thohir bercerita tentang burung-burung yang berkicau dan bersautan, seolah bingung namun tetap mengikuti alur ...

Kicauan Burung

Kicauan burung
Bersaut bingung
Pada angin berkunjung
Hirup dibawa buyung

Brebes, 3 Mei 2023

Analisis Puisi:

Puisi “Kicauan Burung” karya Kang Thohir menyuguhkan pengalaman sederhana namun mendalam tentang alam dan interaksi kecilnya dengan manusia. Meskipun singkat, puisi ini menyimpan resonansi emosional melalui pengamatan terhadap burung dan angin.

Tema

Tema puisi ini adalah alam dan kehidupan sederhana. Karya ini menyoroti momen keseharian yang biasanya luput dari perhatian manusia, yakni suara burung dan interaksinya dengan lingkungan sekitar.

Puisi ini bercerita tentang burung-burung yang berkicau dan bersautan, seolah bingung namun tetap mengikuti alur alami angin. Aktivitas burung ini menjadi simbol kehidupan yang terus bergerak, mengingatkan pembaca pada ritme alam yang sederhana namun penuh harmoni.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini dapat ditafsirkan sebagai refleksi tentang keteraturan dan kebingungan dalam kehidupan. Meski tampak bingung, burung tetap mengikuti arus angin, mengajarkan bahwa kehidupan sering bergerak mengikuti irama dan kekuatan yang lebih besar dari diri sendiri.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi terasa ringan, natural, dan sedikit melankolis. Pembaca dibawa menikmati kesederhanaan alam yang bergerak tanpa henti, di mana kicauan burung menjadi medium untuk menyampaikan keindahan sekaligus ketenangan alam.

Puisi “Kicauan Burung” adalah puisi singkat namun kaya makna, yang mengajak pembaca untuk memperhatikan keindahan sederhana di sekitar mereka. Kang Thohir berhasil menyampaikan interaksi alam secara halus, menghadirkan momen reflektif yang tenang namun memikat.

Kang Thohir
Puisi: Kicauan Burung
Karya: Kang Thohir

Biodata Kang Thohir:
  • Kang Thohir merupakan nama pena dari Muhammad Thohir/Tahir (biasa disapa Mas Tair). Ia lahir di Brebes, Jawa Tengah.
  • Kang Thohir suka menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD sampai masuk ke Pondok Pesantren. Ia menulis puisi, cerpen dan lain sebagainya.
© Sepenuhnya. All rights reserved.