Puisi: Lagu Pemetik Gitar (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Puisi “Lagu Pemetik Gitar” karya Dorothea Rosa Herliany bercerita tentang seorang pemetik gitar yang dari jarinya lahir lagu, tetapi juga luka.
Lagu Pemetik Gitar

dari jarimu kutemukan luka yang dilagukan.
anak-anak ikut menyenandungkan. "buat apa syair
engkau ucapkan?"

mereka tahu: kata-kata cuma kepalsuan.

di sini, kau tak dapat menyingkir dari
hujan. baris airmata musim lebih cantik dari
petikan hatimu. deras air itu akan menyuburkan
racun yang kautanam.

aku pilih menyingkir. berteduh dari cabikan
dan sayatan.

1989

Sumber: Nikah Ilalang (1995)

Analisis Puisi:

Puisi “Lagu Pemetik Gitar” menampilkan suara lirih yang kritis terhadap kata-kata, seni, dan luka yang disamarkan dalam nyanyian. Dorothea Rosa Herliany menghadirkan puisi ini sebagai ruang refleksi tentang hubungan antara ekspresi, kepalsuan, dan keberanian untuk menjauh dari sumber luka.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kritik terhadap kepalsuan kata-kata dan seni yang lahir dari luka, serta pilihan sikap untuk menyelamatkan diri dari kekerasan emosional yang terus diproduksi.

Puisi ini bercerita tentang seorang pemetik gitar yang dari jarinya lahir lagu, tetapi juga luka. Luka itu tidak hanya menjadi miliknya, melainkan dilagukan dan disebarkan, bahkan dinyanyikan oleh anak-anak. Penyair menyadari bahwa syair dan kata-kata yang diucapkan sang pemetik gitar tidak lagi jujur, justru menanam racun. Karena itu, penyair memilih menyingkir dan berteduh dari cabikan serta sayatan batin.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah ketidakpercayaan terhadap kata-kata yang kehilangan kejujuran. Lagu, syair, dan petikan gitar tidak selalu membawa keindahan atau penyembuhan; ia bisa menjadi sarana pelanggengan luka dan racun emosional. Menyingkir menjadi bentuk perlawanan sunyi sekaligus upaya menjaga diri.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini cenderung muram, getir, dan kritis. Ada rasa lelah, kecewa, serta ketegangan batin yang membuat penyair memilih jarak daripada terus larut dalam hujan luka.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah pentingnya kejujuran dalam kata dan ekspresi, serta keberanian untuk menjauh dari relasi atau ekspresi yang melukai, meskipun dibungkus dalam seni dan keindahan.

Puisi “Lagu Pemetik Gitar” karya Dorothea Rosa Herliany adalah sajak reflektif dan kritis yang menyoal nilai kejujuran dalam seni dan bahasa. Puisi ini menegaskan bahwa tidak semua lagu menyembuhkan, dan tidak semua kata pantas dipercaya, sehingga kadang menyingkir adalah bentuk keberanian paling jujur.

Dorothea Rosa Herliany
Puisi: Lagu Pemetik Gitar
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Biodata Dorothea Rosa Herliany:
  • Dorothea Rosa Herliany lahir pada tanggal 20 Oktober 1963 di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Ia adalah seorang penulis (puisi, cerita pendek, esai, dan novel) yang produktif.
  • Dorothea sudah menulis sejak tahun 1985 dan mengirim tulisannya ke berbagai majalah dan surat kabar, antaranya: Horison, Basis, Kompas, Media Indonesia, Sarinah, Suara Pembaharuan, Mutiara, Citra Yogya, Dewan Sastra (Malaysia), Kalam, Republika, Pelita, Pikiran Rakyat, Surabaya Post, Jawa Pos, dan lain sebagainya.
© Sepenuhnya. All rights reserved.