Puisi: Laut dan Aku (Karya Hijaz Yamani)

Puisi “Laut dan Aku” karya Hijaz Yamani bercerita tentang hubungan antara seseorang dan laut yang tidak bergantung pada angin atau keadaan luar.
Laut dan Aku

Laut dan aku tidak tergantung pada angin
Pada bumi ketiga dalam bayangan

Laut ruang dari berlaksa mata
Ketika kaku kompas dan pecahnya kaca pengintai

Laut dan malam rahasianya mercu di utara sana
Laut dan pelayaran rahasianya dalam gelisah kita

1974

Sumber: Tanah Huma (1978)

Analisis Puisi:

Puisi “Laut dan Aku” karya Hijaz Yamani merupakan sajak simbolik yang memadukan relasi manusia dengan laut sebagai ruang batin dan perjalanan eksistensial. Laut dalam puisi ini bukan sekadar bentang alam, melainkan metafora kehidupan, misteri, dan pencarian arah. Bahasa yang ringkas dan padat menciptakan kesan kontemplatif serta membuka tafsir tentang hubungan manusia dengan alam dan dirinya sendiri.

Tema

Tema puisi ini adalah relasi eksistensial manusia dengan kehidupan yang luas dan misterius. Laut menjadi lambang perjalanan batin dan pencarian makna.

Puisi ini bercerita tentang hubungan antara seseorang dan laut yang tidak bergantung pada angin atau keadaan luar. Keduanya berada dalam ruang luas penuh penglihatan (“berlaksa mata”), namun arah menjadi kabur ketika kompas kaku dan kaca pengintai pecah.

Laut bersama malam menyimpan rahasia yang ditandai mercusuar di utara, sementara pelayaran laut mencerminkan kegelisahan manusia dalam mencari arah hidup. Dengan demikian, laut menjadi cermin batin penyair dalam perjalanan eksistensialnya.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah bahwa manusia dan kehidupan (laut) terikat dalam misteri dan pencarian arah yang tidak selalu ditentukan oleh faktor luar. Kompas yang kaku dan kaca pengintai yang pecah menyiratkan hilangnya pedoman atau kepastian.

Mercusuar di utara melambangkan harapan atau petunjuk, tetapi tetap berada dalam rahasia. Puisi menyiratkan bahwa kegelisahan adalah bagian dari pelayaran hidup manusia yang tak terpisahkan dari luasnya eksistensi.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi terasa hening, misterius, dan kontemplatif. Ada nuansa kesendirian dan pencarian arah di tengah keluasan laut dan malam.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Pesan puisi adalah bahwa manusia harus menerima kehidupan sebagai perjalanan yang penuh misteri dan kegelisahan. Petunjuk mungkin ada, tetapi tidak selalu jelas. Kesadaran akan hubungan dengan alam dan diri sendiri membantu manusia memahami arah hidupnya.

Puisi “Laut dan Aku” menghadirkan hubungan puitik antara manusia dan laut sebagai cermin eksistensi. Hijaz Yamani menampilkan kehidupan sebagai pelayaran dalam misteri, di mana arah kadang kabur dan kegelisahan menjadi bagian perjalanan. Melalui simbol kompas, mercusuar, dan malam, puisi ini menegaskan bahwa manusia dan kehidupan tidak terpisahkan—keduanya saling memantulkan rahasia dan pencarian makna di samudra batin yang luas.

Hijaz Yamani
Puisi: Laut dan Aku
Karya: Hijaz Yamani

Biodata Hijaz Yamani:
  • Hijaz Yamani lahir pada tanggal 23 Maret 1933 di Banjarmasin.
  • Hijaz Yamani meninggal dunia pada tanggal 17 Desember 2001 (pada umur 68 tahun) dan dimakamkan di Taman Makam Bahagia di Kota Banjarbaru.
© Sepenuhnya. All rights reserved.