Liang Saragi
Sumber: Dayak! Dayak! Di manakah Kamu? (2014)
Analisis Puisi:
Puisi “Liang Saragi” karya Korrie Layun Rampan adalah karya singkat namun kaya simbolisme, yang menyoroti hubungan antara manusia, alam, dan kosmos. Melalui bahasa yang sederhana namun metaforis, penyair menampilkan pandangan filosofis tentang kehidupan, keseimbangan, dan keterhubungan segala sesuatu di alam semesta.
Tema
Tema utama puisi ini adalah keterhubungan dan keseimbangan dalam kehidupan, serta harmoni antara alam dan manusia. Puisi ini juga menyiratkan tema dualitas dan kesatuan, terlihat dari pasangan simbolik seperti matahari dan bulan, dua burung yang terbang bersama, dan kehidupan yang “terbagi-bagi” namun tetap satu kesatuan.
Puisi ini bercerita tentang persebaran kehidupan dan alam semesta yang saling terkait. Bait pertama menggambarkan Liang Saragi yang “membagi matahari,” sebuah simbol pembagian energi atau kesempatan hidup. Selanjutnya, kehidupan digambarkan terbagi-bagi, sementara bulan tetap tinggi di langit, menunjukkan keberlanjutan dan stabilitas dalam kosmos.
Dua burung yang “terbang ke utara, memilih udara” menjadi simbol kebebasan dan pilihan dalam hidup. Akhir puisi menegaskan kesatuan antara matahari dan bulan yang “bersaudara,” menekankan harmoni dan keseimbangan antara dualitas yang tampak berbeda namun tetap terkait.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah persepsi filosofis tentang hidup yang terbagi-bagi namun saling melengkapi, dan bahwa setiap elemen—baik manusia maupun alam—memiliki peran serta pilihan masing-masing dalam menjaga keseimbangan kosmos. Puisi ini juga menyiratkan pentingnya keharmonisan antara kebebasan individu dan keteraturan alam.
Suasana dalam Puisi
Suasana puisi ini cenderung tenang, reflektif, dan kontemplatif. Imaji tentang matahari, bulan, dan burung-burung yang terbang membangkitkan nuansa alam yang harmonis, sekaligus menimbulkan kesan keheningan dan ketenangan filosofis.
Puisi “Liang Saragi” karya Korrie Layun Rampan adalah puisi reflektif yang menekankan keterhubungan antara manusia dan alam, serta harmoni dalam dualitas kehidupan. Melalui simbol matahari, bulan, dan burung, puisi ini menghadirkan pandangan filosofis tentang keseimbangan, kebebasan, dan keteraturan kosmos yang membentuk pengalaman hidup manusia.
Karya: Korrie Layun Rampan
Biodata Korrie Layun Rampan:
- Korrie Layun Rampan adalah seorang penulis (penyair, cerpenis, novelis, penerjemah), editor, dan kritikus sastra Indonesia berdarah Dayak Benuaq.
- Korrie Layun Rampan lahir pada tanggal 17 Agustus 1953 di Samarinda, Kalimantan Timur.
- Korrie Layun Rampan meninggal dunia pada tanggal 19 November 2015 di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat.
