Puisi: Malam, Mungkin Sudah Jam Dua (Karya F. Rahardi)

Puisi “Malam, Mungkin Sudah Jam Dua” karya F. Rahardi bercerita tentang momen pribadi saat terjaga di malam hari, setengah terjaga antara tidur dan ..
Malam, Mungkin Sudah Jam Dua

bunyi tokek sangat jauh asalnya
setengah mimpi aku terjaga
kaget dan bangkit sambil menguap
tidurku tidak sempurna
mungkin sudah jam dua
kunyalakan lampu itu
kupu-kupu coklat merayap mendekat
sayapnya luka-luka
hangus dibakar tingkah lakunya
benar; pasti dia yang mematikannya
baru saja
sebab kuraba
masih panas kacanya.

17 April 1975

Sumber: Horison (Juli, 1978)

Analisis Puisi:

Puisi “Malam, Mungkin Sudah Jam Dua” karya F. Rahardi adalah puisi yang penuh dengan atmosfer gelap, misterius, dan reflektif. Melalui citraan visual dan sensorik yang tajam, penyair menggambarkan momen malam yang sunyi namun sarat ketegangan dan pengalaman pribadi yang intens.

Tema

Tema utama puisi ini adalah persepsi malam, kegelisahan batin, dan kehadiran misteri di tengah kesendirian. Puisi ini menekankan pengalaman manusia dalam menghadapi keheningan malam, mimpi yang terganggu, dan perasaan takut atau penasaran terhadap hal-hal yang tidak dapat sepenuhnya dijelaskan.

Puisi ini bercerita tentang momen pribadi saat terjaga di malam hari, setengah terjaga antara tidur dan sadar, dengan pengalaman sensorik yang kuat. Beberapa peristiwa atau kondisi yang tergambar:
  • Bunyi tokek yang jauh, yang membangunkan kesadaran dari tidur yang tidak sempurna.
  • Tubuh yang terjaga, bangkit sambil menguap, menandakan ketidaksempurnaan tidur dan rasa gelisah.
  • Kupu-kupu coklat yang merayap mendekat dengan sayap luka-luka, simbol dari sesuatu yang rapuh, teraniaya, atau misterius.
  • Panas kaca dan rasa bahwa ada tindakan baru saja terjadi, menimbulkan ketegangan dan rasa penasaran.
Secara keseluruhan, puisi ini menggambarkan pengalaman batin yang intim dalam kegelapan malam, di mana imaji dan simbolik berperan besar dalam membangun atmosfer.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah kegelisahan batin manusia di malam hari, ketidakpastian, dan perasaan terperangkap antara kenyataan dan mimpi. Kupu-kupu yang sayapnya luka-luka dan panas kaca yang tersisa dapat disimbolkan sebagai jejak trauma, rasa sakit, atau konflik batin yang baru saja terjadi.

Selain itu, bunyi tokek dan jam yang tidak pasti (“mungkin sudah jam dua”) menyiratkan ketidakpastian waktu dan keterasingan manusia dalam kesendirian malam. Puisi ini juga bisa ditafsirkan sebagai refleksi terhadap kepekaan terhadap hal-hal kecil yang sering terlewat di tengah kehidupan sehari-hari.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini gelap, sunyi, tegang, dan misterius. Kehadiran malam, bunyi tokek, dan kupu-kupu yang luka menimbulkan atmosfer yang sedikit menakutkan namun memikat. Nada puisi cenderung reflektif dan introspektif, menekankan pengalaman emosional yang mendalam saat manusia berada dalam kesendirian dan menghadapi ketidakpastian.

Puisi “Malam, Mungkin Sudah Jam Dua” karya F. Rahardi adalah puisi yang intim, gelap, dan reflektif, menghadirkan pengalaman batin manusia di tengah malam yang sepi. Dengan citraan visual dan sensorik yang kuat, puisi ini mengajak pembaca untuk merasakan ketegangan, kerentanan, dan misteri yang muncul saat kesendirian malam, sekaligus menafsirkan hubungan antara mimpi, kenyataan, dan pengalaman emosional manusia.

Floribertus Rahardi
Puisi: Malam, Mungkin Sudah Jam Dua
Karya: F. Rahardi

Biodata F. Rahardi:
  • F. Rahardi (Floribertus Rahardi) lahir pada tanggal 10 Juni 1950 di Ambarawa, Jawa Tengah.
© Sepenuhnya. All rights reserved.