Sumber: Membaca Lambang (2018)
Analisis Puisi:
Puisi “Menjadi Lautan” karya Acep Zamzam Noor menghadirkan perjumpaan intens antara tubuh, bahasa, dan pengalaman spiritual. Lautan dalam puisi ini bukan semata bentang alam, melainkan ruang penyatuan: antara aku dan kau, antara hasrat dan kontemplasi, antara dunia jasmani dan pencarian makna yang lebih dalam. Bahasa puisinya mengalir, sensual, sekaligus mistis, menunjukkan ciri khas Acep Zamzam Noor dalam mengolah pengalaman personal menjadi perenungan eksistensial.
Tema
Tema utama puisi ini adalah penyatuan tubuh, cinta, dan spiritualitas. Puisi ini juga mengangkat tema transformasi diri, di mana pengalaman jasmani menjadi jalan menuju kesadaran batin dan kelahiran kata-kata.
Puisi ini bercerita tentang pengalaman seseorang yang “berenang” dalam tubuh dan kehadiran sosok yang dicintai, yang dimetaforakan sebagai lautan. Lelehan keringat, dada, pinggul, hingga selangkangan dihadirkan sebagai lanskap alam—pantai, gelombang, terumbu karang—yang terus menyediakan ruang bagi lahirnya kata-kata. Perjalanan ini tidak hanya fisik, tetapi juga batiniah, hingga penyair bermimpi “menjadi sufi”.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini menunjukkan bahwa tubuh dan cinta dapat menjadi jalan menuju pengalaman spiritual dan penciptaan bahasa. Hasrat tidak ditampilkan sebagai sesuatu yang profan semata, melainkan sebagai energi yang menggerakkan kesadaran, imajinasi, dan pencarian makna. “Menjadi lautan” menyiratkan peleburan ego, di mana penyair larut sepenuhnya dalam pengalaman, kehilangan batas antara diri, tubuh, dan semesta.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini terasa intim, intens, dan transendental. Ada panas hasrat, aliran kenikmatan, sekaligus kedalaman perenungan yang membuat puisi bergerak dari sensualitas menuju kesunyian batin yang mistis.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Puisi ini menyiratkan pesan bahwa pengalaman paling manusiawi—cinta, tubuh, dan hasrat—dapat menjadi pintu menuju pemahaman diri yang lebih dalam. Bahasa dan kata-kata lahir dari keberanian menyelami pengalaman itu tanpa rasa takut atau penyangkalan.
Puisi “Menjadi Lautan” karya Acep Zamzam Noor adalah sajak yang berani dan mendalam. Ia menjembatani tubuh dan spiritualitas, hasrat dan bahasa, tanpa menghakimi salah satunya. Dengan metafora laut yang konsisten dan imaji yang kuat, puisi ini menunjukkan bahwa dari pengalaman paling intim sekalipun, kata-kata—dan makna—dapat terus lahir dan mengalir.
Biodata Acep Zamzam Noor:
- Acep Zamzam Noor (Muhammad Zamzam Noor Ilyas) lahir pada tanggal 28 Februari 1960 di Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia.
- Ia adalah salah satu sastrawan yang juga aktif melukis dan berpameran.
