Puisi Acep Zamzam Noor

Puisi: Bersama Angin (Karya Acep Zamzam Noor)

Bersama Angin Bersama angin aku mengalir, merayapi Bukit dan lembah, mengisi lekuk-lekuk sunyi Subuh masih jauh dan tubuhku menggigil Bergulingan mem…

Puisi: Jalan Menuju Rumahmu (Karya Acep Zamzam Noor)

Jalan Menuju Rumahmu Jalan menuju rumahmu kian memanjang Udara berkabut dan dingin subuh Membukus perbukita…

Puisi: Ingin Kudengar (Karya Acep Zamzam Noor)

Ingin Kudengar Ingin kudengar suaramu pada rumputan Berbisik tentang rindu. Dari putaran angkasa Kujemput getar itu Menjadi nyanyian burung-burung na…

Puisi: Tangis Pertama (Karya Acep Zamzam Noor)

Tangis Pertama Cahaya pagi Memercik pada mata Seorang bayi Jerit tangis pertama Menggetarkan udara 2015 Sumber:  Tonggeret (2020) Analisis Puisi: Pui…

Puisi: Kasidah Sunyi (Karya Acep Zamzam Noor)

Kasidah Sunyi (1) Kepada sunyi Jagalah napasku Agar tidak berbunyi Peliharalah tubuhku Agar tidak ikut pergi Lemparkan aku Ke lembah Biarkan sendiri …

Puisi: Di Sebuah Basilica, Assisi (Karya Acep Zamzam Noor)

Di Sebuah Basilica, Assisi Aku menjelma sebuah patung Ketika kusaksikan berbagai adegan penyaliban Di dinding. Langkahku berujung di makam orang suci…

Puisi: Ulat Terjatuh (Karya Acep Zamzam Noor)

Ulat Terjatuh (1) Celoteh poksai Daun-daun berkilau Pagi menyingsing Ulat Terjatuh (2) Hangat mentari Embun di ujung daun Ulat terjatuh 2015 Sumber: …

Puisi: Berapa Lama (Karya Acep Zamzam Noor)

Berapa Lama Berapa lama aku harus menunggumu melayang-layang di udara bagaikan daun Sebelum jatuh dan menguning? Bumi yang setia Akan menyambutmu bag…

Puisi: Lagu Angin (Karya Acep Zamzam Noor)

Lagu Angin Angin yang menyisir hari Meluruhkan bunga-bunga Di taman itu, bianglala Membelah matahari Semburat darahnya Tumpah. Memulas daun-daun Dan …

Puisi: Lagu Pembiusan (Karya Acep Zamzam Noor)

Lagu Pembiusan Bulan temaram di punggungmu Udara bau rumputan Perdu, dan lereng akasia Angin melintas dalam ciuman panjang Di sini, saat usia tak ter…

Puisi: Putaran Waktu (Karya Acep Zamzam Noor)

Putaran Waktu Rambut-rambut hujan Berjatuhan dari udara Tahun-tahun kesedihan Berkaca di bening mata Rumbai-rumbai kabut Bergelayut pada dahan Abad-a…

Puisi: Jalan Setapak (Karya Acep Zamzam Noor)

Jalan Setapak Cahaya pagi Kabut perlahan pudar Jalan setapak 2015 Sumber:  Tonggeret (2020) Analisis Puisi: Puisi “Jalan Setapak” karya Acep Zamzam N…

Puisi: Di Sebuah Tikungan (Karya Acep Zamzam Noor)

Di Sebuah Tikungan Di sebuah tikungan yang basah Pohon-pohon melunturkan warnanya Lampu-lampu sepanjang jalan Menjadi hurup-hurup paling sepi Tapi ma…

Puisi: Arafah (Karya Acep Zamzam Noor)

Arafah Kekasih, pandangi aku yang nanar Bersimpuh dalam tatapanmu Setelah letih memanggul kopor nasib Menyeret-nyeret usia Merenangi keringat dan dar…
© Sepenuhnya. All rights reserved.