Puisi Acep Zamzam Noor

Puisi: Cemara Laut (Karya Acep Zamzam Noor)

Cemara Laut ( Buat D. Zawawi Imron ) Langit semerah saga Membayang pada pasir pantai Ketika rumpun-rumpun cemara Menjadi pertapa Di pant…

Puisi: Kasidah Embun (Karya Acep Zamzam Noor)

Kasidah Embun Ingin sedingin batu-batu Yang diam menatapmu. Kesunyian yang tumbuh Bangkit dari punggung embun dan mengembara Menyalami angin dan udar…

Puisi: Para Kekasih (Karya Acep Zamzam Noor)

Para Kekasih Attar telah bernyanyi tentang burung Yang terbang dari dahan-dahan jiwa Sana’i telah menanam dan memetik mawar abadi Telah ba…

Puisi: Menjadi Lautan (Karya Acep Zamzam Noor)

Menjadi Lautan Lelehan keringatmu telah menjadi lautan Kembali aku berenang dan kerasukan Dalam panjangnya ciuman. Dadamu Gelombang yang pe…

Puisi: Taman Belakang (Karya Acep Zamzam Noor)

Taman Belakang Taman belakang Suara burung-burung Hangatkan pagi Dari jauh terdengar Tangis nyaring si bayi 2015 Sumber:  Tonggeret (2020) Analisis P…

Puisi: Assisi (Karya Acep Zamzam Noor)

Assisi Aku memasuki sebuah hutan Yang terekam indah di kartu pos: Ada jalan setapak, kastil-kastil ratusan tahun Rumput-rumput basah, kerikil di anta…

Puisi: Sungai Pasig (Karya Acep Zamzam Noor)

Sungai Pasig ( Buat Flerida Ann M. Puzon ) Dalam kobaran musim panas Sungai pun cokelat Oleh khianat. Pera…

Puisi: Le Nausee (Karya Acep Zamzam Noor)

Le Nausee Buat Wing Kardjo Jejak bulan telah hapus Bumi tinggal rawa peradaban Kata-kata menjadi belantara nilai Tak terbaca. Bencana demi bencana Ba…

Puisi: Pernyataan Cinta (Karya Acep Zamzam Noor)

Pernyataan Cinta Kau yang diselubungi asap Kau yang mengendap seperti candu Kau yang bersenandung dari balik penjara Tanganmu buntung kare…

Puisi: Senza Titolo (Karya Acep Zamzam Noor)

Senza Titolo (1) Seperti daun-daun yang luruh, ranting-ranting Yang lepas oleh angin. Demikianlah kutempatkan diriku Asing dan sunyi di antar…

Puisi: Menunggu (Karya Acep Zamzam Noor)

Menunggu Buat Inne Ratu Shabarini Semalam kausapa bintang-bintang Ketika angin riuh dan musim mengaduh Tapi paginya masih kaubaca sisa topan Ujung bu…

Puisi: Corto Viaggio Sentimentale (Karya Acep Zamzam Noor)

Corto Viaggio Sentimentale (1) Kita minum dari gelas yang sama Dan tertawa bersama-sama. Lantai dingin Tumpukan daun-daun kuning Dunia mengelam. Di a…

Puisi: Ledakan yang Lembut (Karya Acep Zamzam Noor)

Ledakan yang Lembut Masih kudengar ledakan-ledakan lembutmu Seakan meruntuhkan bangunan malam dan susunan cahayanya Dari tatapanmu masih kubaca sisa …
© Sepenuhnya. All rights reserved.