Analisis Puisi:
Puisi "Metafisik" merupakan sajak pendek yang bergerak di wilayah perenungan spiritual dan filsafat keberadaan. Dengan larik-larik yang ringkas dan berulang, penyair mengajak pembaca melampaui batas dunia kasatmata menuju wilayah yang tak terjangkau indra. Kesederhanaan bentuk justru memperkuat kesan khidmat dan transenden.
Tema
Tema utama puisi ini adalah realitas metafisik dan kehadiran Ilahi. Puisi ini juga menyentuh tema keterbatasan manusia, dimensi ruhani, serta kesadaran akan dunia yang melampaui penglihatan fisik.
Puisi ini bercerita tentang adanya dunia lain di luar dunia yang dapat ditangkap oleh mata manusia. Dunia tersebut digambarkan sebagai ruang arwah yang tidak terjemba, tidak terjangkau, dan luput dari penglihatan. Di dunia itulah kehadiran Tuhan ditegaskan, duduk di arasy-Nya, sebagai pusat dan penguasa seluruh keberadaan.
Makna tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah penegasan bahwa realitas sejati tidak selalu tampak secara lahiriah. Manusia hidup dalam dunia fisik, namun ada dimensi yang lebih agung dan sakral yang hanya dapat disadari melalui iman dan perenungan batin. Puisi ini menyiratkan sikap tunduk dan pengakuan atas kebesaran Tuhan di luar jangkauan rasio manusia.
Suasana dalam puisi
Suasana yang terasa dalam puisi ini adalah hening, khusyuk, dan sakral. Repetisi frasa “Dunia di luar dunia” menciptakan ritme meditatif yang menuntun pembaca memasuki ruang perenungan yang tenang dan penuh hormat.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah ajakan untuk menyadari keterbatasan indra dan akal manusia, serta membuka diri pada dimensi spiritual yang lebih luas. Puisi ini mengingatkan bahwa kehidupan tidak berhenti pada apa yang tampak, melainkan berlanjut pada realitas Ilahi yang mulia.
Puisi "Metafisik" karya Aldian Aripin adalah sajak singkat yang bekerja di wilayah keheningan dan kontemplasi. Ia tidak menjelaskan, melainkan mengisyaratkan; tidak membuktikan, tetapi mengajak menyadari. Dengan bahasa yang minimal dan simbol yang padat, puisi ini mengingatkan pembaca bahwa di balik dunia yang tampak, ada realitas lain yang khidmat, mulia, dan sepenuhnya berada dalam kuasa Tuhan.
Karya: Aldian Aripin
Biodata Aldian Aripin:
- Aldian Aripin lahir pada tanggal 1 Agustus 1938 di Kotapinang, Sumatera Utara.
- Aldian Aripin meninggal dunia pada tanggal 15 Oktober 2010 di Medan
- Aldian Aripin merupakan Penyair Angkatan '66.