Puisi: Nanas (Karya F. Rahardi)

Puisi "Nanas" karya F. Rahardi bercerita tentang nanas yang hadir di berbagai ruang: kebun, piring, mulut, perut, hingga usus. Perjalanan nanas ...
Nanas

di kebun nanas-nanas berdaun
di piring nanas-nanas berpisau, di mulut
nanas-nanas berduri, di perut
nanas-nanas berbisa, di usus
nanas-nanas bekerja
menusuk-nusuk
mengiris-iris
mengeluarkan
bisanya.

1975

Sumber: Horison (Mei, 1979)

Analisis Puisi:

Puisi "Nanas" karya F. Rahardi tampil singkat, padat, dan tajam. Dengan pilihan kata yang sederhana namun berulang dan menghantam, puisi ini menghadirkan pengalaman membaca yang tidak nyaman, bahkan menusuk. Nanas, yang lazim dipahami sebagai buah segar dan manis, justru ditampilkan sebagai sesuatu yang bekerja diam-diam di dalam tubuh, menghadirkan rasa perih dan bahaya laten.

Tema

Tema utama puisi ini adalah ambiguitas kenikmatan dan penderitaan, serta konsekuensi tersembunyi dari sesuatu yang tampak biasa atau menggoda. Puisi ini juga dapat dibaca sebagai kritik terhadap hal-hal yang terlihat wajar di permukaan, tetapi menyimpan daya rusak di dalam.

Puisi ini bercerita tentang nanas yang hadir di berbagai ruang: kebun, piring, mulut, perut, hingga usus. Perjalanan nanas dari luar ke dalam tubuh digambarkan secara bertahap dan intens. Dari daun, pisau, duri, hingga bisa, nanas menjadi subjek aktif yang “bekerja”, menusuk, mengiris, dan mengeluarkan racunnya di dalam tubuh manusia.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini mengarah pada kesadaran bahwa tidak semua yang dikonsumsi—secara harfiah maupun simbolik—bersifat netral atau aman. Nanas dapat dibaca sebagai metafora pengalaman hidup, relasi, atau sistem tertentu yang tampak biasa, bahkan lezat, tetapi perlahan melukai dari dalam. Puisi ini menyiratkan proses penghancuran yang tidak langsung, berlangsung diam-diam, dan sering disadari ketika dampaknya sudah terasa.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi terasa keras, menusuk, dan tidak nyaman. Repetisi kata dan deretan verba aktif menciptakan ketegangan yang meningkat, seolah pembaca ikut merasakan proses iritasi dan luka yang digambarkan.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat atau pesan yang disampaikan puisi dapat dimaknai sebagai peringatan agar lebih waspada terhadap hal-hal yang tampak biasa atau menyenangkan. Puisi ini mengingatkan bahwa pilihan, sekecil apa pun, bisa membawa konsekuensi yang bekerja perlahan namun menyakitkan.

Puisi "Nanas" adalah puisi pendek yang efektif dan menggugah. F. Rahardi berhasil mengubah objek sehari-hari menjadi medium kritik dan perenungan, memperlihatkan bahwa puisi tidak selalu harus panjang untuk menyampaikan kegelisahan dan makna yang tajam.

Floribertus Rahardi
Puisi: Nanas
Karya: F. Rahardi

Biodata F. Rahardi:
  • F. Rahardi (Floribertus Rahardi) lahir pada tanggal 10 Juni 1950 di Ambarawa, Jawa Tengah.
© Sepenuhnya. All rights reserved.