Puisi: Para Kekasih (Karya Acep Zamzam Noor)

Puisi "Para Kekasih" karya Acep Zamzam Noor bercerita tentang perjalanan dan pengaruh para penyair sufi dan kekasih Tuhan yang karya dan pengalaman ..
Para Kekasih

Attar telah bernyanyi tentang burung
Yang terbang dari dahan-dahan jiwa
Sana’i telah menanam dan memetik mawar abadi
Telah banyak nyanyian dan juga kesedihan
Dibisikkan angin yang memuja keramahan Sulaiman
Batu-batu digosok para kekasih menjadi nilam sejati
Dan udara dipenuhi aroma hati yang terbakar

Begitu mendengar senandung Daud yang merdu
Pohon-pohon terhenti dari kejatuhannya ke tanah
Dan airmata langit mengkristal di udara
Jalaluddin telah mengundang matahari turun dari hatinya
Rumput-rumput terkejut dari keterikatannya pada akar
Sedang jiwa bumi bergerak dalam tarian yang riang
Hingga batu-batu berterbangan bagaikan kapas

Di sepanjang Laut Tengah yang tawar
Langit bagaikan logam yang disepuh keemasan
Di sana Yunus memahat sajak-sajaknya dalam kaligrafi
Yang sulit dibaca. Tapi ikan-ikan dapat membacanya
Kadal-kadal telah membacanya dengan mata terpejam
Karang-karang menyusut menjadi butiran pasir
Dan lautan membukakan lembaran-lembaran buku

Hafiz menyuling anggur dari kebun hatinya
Lalu mengundang burung-burung untuk mabuk bersama
Jami bergoyang-goyang di antara dua cawan besar
Yang disajikan langit dan bumi pada kehidupan
Tak terhitung berapa lagu dan juga airmata
Disalurkan sungai-sungai rahasia ke Safa dan Marwah
Menjadi gelombang para kekasih yang mengalir

1992

Sumber: Jalan Menuju Rumahmu (2004)

Analisis Puisi:

Puisi "Para Kekasih" karya Acep Zamzam Noor merupakan sebuah karya sastra yang sarat dengan rujukan sejarah, spiritualitas, dan simbolisme yang mendalam. Puisi ini mengajak pembaca untuk menelusuri dunia para pemikir, penyair, dan kekasih sejati yang mampu mengubah dunia melalui hati, seni, dan rasa.

Tema

Tema utama puisi ini adalah keabadian cinta, seni, dan spiritualitas para penyair dan kekasih Tuhan. Acep Zamzam Noor menampilkan hubungan antara manusia dan alam, serta manusia dengan dimensi spiritual yang lebih tinggi, melalui gambaran para tokoh sufi dan penyair besar. Setiap sosok dalam puisi ini, seperti Attar, Sana’i, Daud, Jalaluddin, Yunus, Hafiz, dan Jami, digambarkan sebagai “kekasih” yang memiliki kemampuan untuk menyalurkan cinta dan spiritualitas ke seluruh alam semesta.

Tema juga menekankan bahwa karya seni dan spiritualitas mampu membentuk realitas dan menyentuh seluruh ciptaan. Burung, batu, udara, laut, dan langit digambarkan merespons nyanyian, sajak, dan doa para kekasih, menunjukkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan.

Puisi ini bercerita tentang perjalanan dan pengaruh para penyair sufi dan kekasih Tuhan yang karya dan pengalaman spiritualnya mengubah dunia di sekitarnya. Puisi ini mengisahkan interaksi antara kekasih Tuhan, alam, dan ciptaan lainnya, menggambarkan bagaimana kesucian, seni, dan cinta dapat mengubah dunia.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini sangat kaya dan filosofis. Beberapa pesan yang dapat ditangkap antara lain:
  • Kekuatan cinta dan spiritualitas: Puisi menunjukkan bahwa cinta dan seni memiliki kekuatan transformatif yang melampaui batas fisik dan logika. Para kekasih mampu “menggerakkan” alam melalui kebesaran hati mereka.
  • Keabadian karya: Dengan menyinggung para penyair besar, puisi ini menekankan bahwa karya manusia yang lahir dari hati dan cinta tidak akan hilang, melainkan terus mengalir dan memengaruhi dunia.
  • Harmoni dengan alam: Setiap elemen alam—pohon, batu, langit, laut—diilustrasikan merespons cinta dan seni para kekasih, menunjukkan bahwa alam adalah cermin dari kehidupan spiritual manusia.
Puisi "Para Kekasih" karya Acep Zamzam Noor adalah karya yang mengangkat tema cinta, seni, dan spiritualitas melalui tokoh-tokoh penyair dan sufi yang memengaruhi alam dan manusia sekitarnya. Puisi ini bercerita tentang perjalanan para kekasih Tuhan, yang melalui nyanyian, sajak, dan ritual, mampu menghadirkan keajaiban di alam semesta.

Acep Zamzam Noor
Puisi: Para Kekasih
Karya: Acep Zamzam Noor

Biodata Acep Zamzam Noor:
  • Acep Zamzam Noor (Muhammad Zamzam Noor Ilyas) lahir pada tanggal 28 Februari 1960 di Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia.
  • Ia adalah salah satu sastrawan yang juga aktif melukis dan berpameran.
© Sepenuhnya. All rights reserved.