Puisi: Pastoral (Karya Soni Farid Maulana)

Puisi “Pastoral” karya Soni Farid Maulana menyiratkan perenungan tentang kehidupan, kematian, dan kerentanan manusia di hadapan Tuhan dan alam.
Pastoral

di tengah perjalanan antara rumahku dan tanah kubur
Ia menyapaku. "Semoga api dan gigitan tujuh ular
berbisa: tak bersarang di tubuhmu," kata-Nya. Ruhku
pucat-pasi, kalbuku gusar sungguh: miskin alif-lam-ra,
ya Rabbi!

2006

Sumber: Angsana (2007)

Analisis Puisi:

Puisi “Pastoral” karya Soni Farid Maulana adalah puisi pendek namun padat makna yang menampilkan pengalaman batin yang intens dalam menghadapi ancaman, ketakutan, dan kesadaran spiritual. Dengan pilihan kata yang kuat dan simbol yang kaya, puisi ini menyiratkan perenungan tentang kehidupan, kematian, dan kerentanan manusia di hadapan Tuhan dan alam.

Tema

Tema utama puisi ini adalah ketakutan manusia terhadap bahaya dan kesadaran akan keterbatasannya di hadapan kekuatan yang lebih besar, baik itu alam maupun Tuhan. Selain itu, puisi ini mengangkat tema perjalanan eksistensial antara kehidupan dan kematian, yang ditandai dengan simbol perjalanan antara rumah dan tanah kubur.

Puisi ini bercerita tentang perjumpaan singkat antara penyair dan sosok yang memberi peringatan di tengah perjalanan antara rumah dan kuburan. Sosok tersebut mengucapkan doa atau nasihat: “Semoga api dan gigitan tujuh ular berbisa tak bersarang di tubuhmu.” Reaksi penyair menunjukkan ketakutan dan kegusaran batin, yang tercermin melalui ungkapan “Ruhku pucat-pasi, kalbuku gusar sungguh.” Ungkapan “miskin alif-lam-ra, ya Rabbi!” menekankan ketidakberdayaan manusia dan pengakuan akan ketergantungan pada Tuhan.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah kerentanan manusia terhadap bahaya dan keterbatasan dalam menghadapi takdir, sekaligus kesadaran spiritual akan perlindungan Tuhan. Puisi ini juga menekankan bahwa di tengah perjalanan hidup—antara kehidupan sehari-hari (rumah) dan kematian (tanah kubur)—manusia selalu berada dalam risiko, dan doa atau kesadaran religius menjadi sarana untuk menghadapi ketakutan tersebut.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini cenderung tegang, menakutkan, dan religius. Ada ketegangan emosional yang tercipta dari ancaman simbolik “api dan gigitan tujuh ular berbisa,” disertai rasa cemas dan ketakutan. Pada saat bersamaan, doa dan pengakuan spiritual memberikan nuansa kesadaran religius yang mendalam.

Puisi “Pastoral” karya Soni Farid Maulana adalah puisi singkat yang kuat secara emosional dan religius, menggambarkan ketakutan manusia menghadapi ancaman dan kematian, serta kesadaran akan perlindungan Tuhan. Dengan simbol yang jelas dan bahasa yang padat, puisi ini mampu menyampaikan perasaan cemas, takut, dan pengakuan spiritual dalam satu napas narasi yang singkat namun mendalam.

Soni Farid Maulana
Puisi: Pastoral
Karya: Soni Farid Maulana

Biodata Soni Farid Maulana:
  • Soni Farid Maulana lahir pada tanggal 19 Februari 1962 di Tasikmalaya, Jawa Barat.
  • Soni Farid Maulana meninggal dunia pada tanggal 27 November 2022 (pada usia 60 tahun) di Ciamis, Jawa Barat.
© Sepenuhnya. All rights reserved.