Puisi: Pulang (Karya Doel CP Allisah)

Puisi “Pulang” karya Doel CP Allisah bercerita tentang pengalaman perjalanan seseorang dari Tanjung Priok, melintasi Selat Karimata, hingga ...
Pulang

(1)

Ketika aku tinggalkan tanjungpriok
lembayung senja  dan angin dingin segera menyergap mimpiku
teringat ucap terimakasih pak kapten sembiring
saat itu mungkin, menjelang malam juga ketika dalam bayang kami penuh gambaran
perca akan segera menyambut salah satu rohnya

(2)

Malam kedua di selat karimata
bulan mengembang dalam air membentuk berjuta kilasan
yang berkejaran ke belakang
mengawani aku dalam sunyi waktu

(3)

Setelah begitu lama menanti
aku ingin pulang kerumah menyusupkan wajah dalam dekapmu
dimana bisa kurasakan detak dada dengan seluruh pengertian yang mengalir.

KM Rinjani, 1990

Analisis Puisi:

Puisi “Pulang” karya Doel CP Allisah menampilkan pengalaman batin seseorang yang sedang menempuh perjalanan, baik secara fisik maupun emosional, sambil merasakan kerinduan yang mendalam terhadap rumah dan orang-orang tercinta. Melalui citraan alam dan waktu, puisi ini membangkitkan refleksi tentang perjalanan, kenangan, dan kerinduan yang menyelimuti hati.

Tema

Tema puisi ini adalah perjalanan dan kerinduan. Puisi menyoroti pengalaman seorang pelaut atau pengembara yang terpisah dari rumah dan ingin kembali, sekaligus menggambarkan hubungan antara manusia, alam, dan waktu.

Puisi ini bercerita tentang pengalaman perjalanan seseorang dari Tanjung Priok, melintasi Selat Karimata, hingga kerinduannya terhadap rumah yang ingin ia datangi. Pada bagian awal, suasana senja dan angin dingin menyertai perjalanan dan mengingatkan pada ucap terima kasih dari kapten kapal, menciptakan nuansa introspektif. Kemudian, malam di laut digambarkan dengan bulan yang memantul di air, menciptakan citraan visual yang mendalam. Puisi ditutup dengan keinginan pulang dan merasakan kehangatan serta kedekatan emosional di rumah.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini berkaitan dengan rasa rindu, keterpisahan, dan pencarian kenyamanan atau “rumah” sebagai tempat yang memberikan perlindungan, pemahaman, dan kedamaian. Puisi menegaskan bahwa perjalanan fisik juga adalah perjalanan batin yang membawa refleksi dan kesadaran akan hubungan manusia dengan orang-orang tercinta.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi terasa melankolis, sunyi, dan penuh kontemplasi. Deskripsi lembayung senja, angin dingin, serta bulan yang memantul di permukaan air menciptakan atmosfer introspektif dan damai, sekaligus menimbulkan rasa sepi yang hangat karena dibalut kerinduan.

Imaji

Puisi ini kaya imaji visual dan sensorik, antara lain:
  • “Lembayung senja dan angin dingin segera menyergap mimpiku” menghadirkan kesan alam yang hidup dan menyentuh perasaan.
  • “Bulan mengembang dalam air membentuk berjuta kilasan yang berkejaran ke belakang” membangkitkan visual yang dinamis, seperti cahaya yang menari di permukaan laut.
  • “Menyusupkan wajah dalam dekapmu, dimana bisa kurasakan detak dada” memberikan imaji intim dan emosional, menghubungkan perjalanan fisik dengan kehangatan manusiawi.
Puisi “Pulang” adalah puisi yang merayakan rindu, perjalanan, dan pencarian rumah, baik secara fisik maupun emosional. Doel CP Allisah menghadirkan keseimbangan antara citraan alam dan perasaan batin, sehingga pembaca dapat merasakan kedalaman kerinduan, kesunyian, dan kehangatan yang menyertai setiap langkah pulang.

Doel CP Allisah
Puisi: Pulang
Karya: Doel CP Allisah
© Sepenuhnya. All rights reserved.