Analisis Puisi:
Puisi "Ruh" merupakan karya pendek yang padat simbol dan bernuansa sufistik. Abdul Hadi WM dikenal sebagai penyair yang banyak mengolah tema spiritualitas, tasawuf, dan relasi ruh–jasad dalam bahasa metaforis. Dalam puisi ini, “ruh” dipersonifikasikan sebagai entitas hidup yang meratap, mengembara, dan terpisah dari jasad dalam pengalaman eksistensial yang getir.
Tema
Tema utama puisi ini adalah keterasingan ruh dalam dunia jasad serta pergulatan spiritual manusia antara kesucian dan hasrat. Tema lain yang menyertai adalah kerinduan transendental, penderitaan batin, dan konflik antara dimensi rohani dan material.
Puisi ini bercerita tentang ruh yang meratap dan mengembara dalam dunia yang digambarkan penuh api, kehancuran, dan keinginan. Ruh digambarkan memiliki sayap kudus, tetapi juga “minum arak” dan “dikoyak keinginan”, menandakan pergulatan antara kemurnian dan godaan dunia.
Di bagian akhir, hubungan ruh dan jasad ditampilkan sebagai jarak waktu yang saling memintas—seolah ruh tidak sepenuhnya menyatu dengan tubuh manusia yang fana.
Makna Tersirat
Beberapa makna tersirat yang dapat dibaca:
Keterpisahan ontologis ruh dan jasad. Ruh digambarkan memiliki dunia sendiri yang tidak sepenuhnya serasi dengan jasad (“Ruh punya jarak waktu”).
Dunia material sebagai api dan kehancuran. “Hutan-hutan hangus terbakar” melambangkan dunia yang rusak oleh nafsu dan hasrat.
Kerinduan spiritual yang tak terpuaskan. Ruh “mendahaga dan berlagu pedih” menunjukkan dahaga akan asal-usul ilahi.
Pergulatan sufi antara suci dan fana. Ruh yang kudus tetapi “minum arak” adalah simbol paradoks mistik: jiwa suci yang terjerat pengalaman dunia.
Suasana dalam puisi
Suasana puisi terasa muram, kontemplatif, dan mistis, dengan nada ratapan spiritual dan kesepian eksistensial.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Puisi ini menyiratkan bahwa manusia hidup dalam ketegangan antara ruh yang suci dan jasad yang terikat dunia. Kesadaran akan jarak ini menumbuhkan kerinduan pada sumber spiritual yang lebih tinggi.
Puisi "Ruh" karya Abdul Hadi WM merupakan refleksi sufistik tentang keterasingan jiwa dalam tubuh dan dunia material. Melalui bahasa simbolik yang padat, puisi ini menampilkan ruh sebagai entitas suci yang terluka oleh hasrat dan waktu. Ratapan ruh menjadi gambaran kerinduan manusia pada asal-usul spiritualnya—sebuah kesadaran bahwa keberadaan jasad di dunia hanyalah persinggahan sementara bagi jiwa.
Karya: Abdul Hadi WM
Biodata Abdul Hadi WM:
- Abdul Hadi WM (Abdul Hadi Widji Muthari) lahir di kota Sumenep, Madura, pada tanggal 24 Juni 1946.
- Abdul Hadi WM adalah salah satu tokoh Sastrawan Angkatan '66.
