Puisi: Sajak (Karya Slamet Sukirnanto)

Puisi “Sajak” karya Slamet Sukirnanto mengajak pembaca merasakan ketidakpastian hidup dan kerentanan hati manusia ketika menghadapi kehilangan yang ..
Sajak

Kerikil
terseret arus kali.
Bulan
mengambang dalam keruh.
Mempermainkan jemari ini
Gusar bimbang menyentuh
Cintamu yang dulu
Hanyut menjauh!

1976

Sumber: Luka Bunga (1991)

Analisis Puisi:

Puisi “Sajak” karya Slamet Sukirnanto menampilkan kesan melankolis dan penuh refleksi. Dengan bahasa sederhana namun sarat perasaan, puisi ini mengeksplorasi pengalaman manusia menghadapi kehilangan dan kerinduan terhadap cinta yang telah pergi.

Tema

Tema utama puisi ini adalah perpisahan, kehilangan, dan kerinduan cinta. Penyair menekankan bagaimana rasa kehilangan itu mengguncang hati dan pikiran, bahkan ketika kenangan tentang cinta masih terasa hidup.

Puisi ini bercerita tentang proses emosional seorang individu menghadapi cinta yang telah hanyut menjauh. Beberapa hal yang tergambar:
  • Kerikil yang terseret arus kali, simbol perjalanan kehidupan yang terus berjalan dan sulit dikendalikan.
  • Bulan yang mengambang dalam keruh, simbol ketidakpastian, kesedihan, dan perasaan yang buram.
  • Cinta yang dulu hanyut menjauh, inti dari narasi puisi ini, menggambarkan kehilangan yang meninggalkan kegelisahan dan kebimbangan.
Dengan kata lain, puisi ini menggambarkan rasa bimbang dan gusar seorang insan saat berhadapan dengan kehilangan yang tidak dapat diperbaiki.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah kerapuhan emosi manusia dan keterbatasan dalam menghadapi perubahan. Kehadiran bulan dan arus kali memperkuat kesan bahwa kehilangan cinta adalah sesuatu yang alamiah namun tetap menyakitkan. Selain itu, puisi ini menyiratkan refleksi tentang ketidakmampuan manusia menahan atau mengembalikan sesuatu yang telah hilang, baik itu cinta maupun kenangan.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini melankolis, sendu, dan penuh kegelisahan. Kata-kata seperti “gusar bimbang” dan “hanyut menjauh” menciptakan nuansa emosional yang labil dan penuh perasaan rindu. Pembaca diajak merasakan kebingungan batin dan kepedihan atas kehilangan cinta.

Imaji

Beberapa imaji penting dalam puisi ini antara lain:
  • “Kerikil terseret arus kali”, imaji visual yang menunjukkan gerakan dan perubahan yang tak terkendali.
  • “Bulan mengambang dalam keruh”, imaji visual dan emosional yang mencerminkan kebimbangan, kesepian, dan ketidakpastian perasaan.
  • “Cintamu yang dulu hanyut menjauh”, imaji yang menyentuh aspek emosional, menekankan kehilangan yang dirasakan secara pribadi dan mendalam.
Puisi “Sajak” karya Slamet Sukirnanto adalah puisi reflektif yang menggambarkan kehilangan cinta dan kebimbangan batin. Puisi ini mengajak pembaca merasakan ketidakpastian hidup dan kerentanan hati manusia ketika menghadapi kehilangan yang tak bisa diperbaiki.

Puisi Slamet Sukirnanto
Puisi: Sajak
Karya: Slamet Sukirnanto

Biodata Slamet Sukirnanto:
  • Slamet Sukirnanto lahir pada tanggal 3 Maret 1941 di Solo.
  • Slamet Sukirnanto meninggal dunia pada tanggal 23 Agustus 2014 (pada umur 73 tahun).
  • Slamet Sukirnanto adalah salah satu Sastrawan Angkatan 66.
© Sepenuhnya. All rights reserved.