Puisi: Senyum (Karya Aspar Paturusi)

Puisi “Senyum” karya Aspar Paturusi bercerita tentang sepasang suami istri yang berada di rumah, dalam suasana hening dan penuh keakraban. Mereka ...
Senyum

sesampai di rumah
hanya kita berdua
kau cium tanganku
kucium keningmu

yakinlah, sayang
rumah ini takkan sepi
dari kasih-Nya
asal kita tak lalai
merawat iman
menyebut nama-Nya
di tiap hembusan napas

pada tatapan matamu
seolah kau berkata:
“usiamu bertambah
ajal tentu kian dekat”

aku balik menatapmu
seolah aku berkata:
"setiap saat kita siap
atas panggilan-Nya
kau dan aku, sayang"

adakah kita tersenyum
saat ke halaman-Nya?

Jakarta, 16 November 2010

Analisis Puisi:

Puisi “Senyum” karya Aspar Paturusi menghadirkan suasana intim antara dua insan dalam bingkai spiritualitas yang kuat. Dengan bahasa yang sederhana dan lembut, puisi ini menyatukan cinta, iman, dan kesadaran akan kematian dalam satu percakapan batin yang hangat.

Tema

Tema utama puisi ini adalah cinta yang berlandaskan iman dan kesadaran akan kefanaan hidup. Puisi menegaskan bahwa kebersamaan dalam rumah tangga tidak hanya ditopang oleh kasih antar manusia, tetapi juga oleh keyakinan kepada Tuhan.

Puisi ini bercerita tentang sepasang suami istri yang berada di rumah, dalam suasana hening dan penuh keakraban. Mereka saling mencium tangan dan kening sebagai simbol kasih dan penghormatan. Percakapan batin mereka kemudian beralih pada kesadaran bahwa usia terus bertambah dan ajal semakin dekat. Namun, alih-alih takut, keduanya justru menegaskan kesiapan untuk memenuhi panggilan Tuhan, dan mempertanyakan apakah mereka akan tersenyum saat menghadap-Nya.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini menunjukkan bahwa kehidupan rumah tangga sejati bukan hanya tentang kebersamaan fisik, tetapi juga tentang kesiapan spiritual menghadapi akhir kehidupan. Senyum dalam judul puisi menjadi simbol ketulusan dan keikhlasan dalam menyambut takdir Ilahi. Kematian tidak digambarkan sebagai ancaman, melainkan sebagai kepastian yang harus disambut dengan iman.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa hangat, khidmat, dan kontemplatif. Ada kelembutan cinta sekaligus ketenangan dalam menghadapi realitas hidup dan mati.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Puisi ini menyampaikan pesan bahwa kebahagiaan sejati dalam rumah tangga terletak pada iman yang terawat. Manusia diajak untuk selalu mengingat Tuhan dalam setiap hembusan napas, serta mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan hati yang bersih dan senyum yang tulus.

Puisi “Senyum” karya Aspar Paturusi adalah refleksi lembut tentang cinta, iman, dan kematian. Dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, puisi ini mengajarkan bahwa kehidupan yang dirawat dengan kasih dan keyakinan akan membawa manusia pada kesiapan menghadapi akhir dengan senyum yang ikhlas.

Aspar Paturusi
Puisi: Senyum
Karya: Aspar Paturusi

Biodata Aspar Paturusi:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.
© Sepenuhnya. All rights reserved.