Puisi: Sujud (Karya Husni Djamaluddin)

Puisi “Sujud” karya Husni Djamaluddin bercerita tentang interaksi batin seseorang dengan objek yang diagungkan atau dikagumi, yang digambarkan ...

Sujud


kau
sebuah tanda tanya
bagaimanakah aku menyeru

kau
sebuah tanda seru
bagaimanakah aku bertanya

kau
yang kutanyakan
kau
yang kuseru
Kau

Makassar, 14 Maret 1973

Sumber: Bulan Luka Parah (1986)

Analisis Puisi:

Puisi “Sujud” karya Husni Djamaluddin menghadirkan keindahan dalam kesederhanaan kata dan simbolisme yang mendalam. Meski singkat, puisi ini menyimpan banyak lapisan makna yang bisa dianalisis secara tematik dan struktural.

Tema

Tema utama dari puisi ini berkisar pada hubungan antara manusia dan sesuatu yang lebih besar, yang dapat ditafsirkan sebagai Tuhan, kekasih, atau sesuatu yang menjadi pusat perhatian dan pengabdian. Puisi ini menyoroti kompleksitas perasaan manusia dalam mengekspresikan ketundukan, rasa ingin tahu, dan pengakuan terhadap yang diagungkan. Dengan kata lain, tema yang diangkat adalah pencarian makna melalui komunikasi batin—antara tanya dan seru, antara kerinduan dan pengakuan.

Puisi ini bercerita tentang interaksi batin seseorang dengan objek yang diagungkan atau dikagumi, yang digambarkan secara simbolik melalui tanda tanya dan tanda seru. Penyair menggunakan kata “kau” untuk merujuk pada sosok yang menjadi pusat perhatian atau sumber refleksi. Dalam bait pertama dan kedua, terdapat kontradiksi yang tampak: bagaimana cara menyampaikan panggilan (seru) dan bagaimana cara mengungkap pertanyaan (tanya). Kontradiksi ini menimbulkan ketegangan batin yang sekaligus mendalam, memperlihatkan keterbatasan manusia dalam memahami atau menyampaikan perasaannya.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini terletak pada ketidakmampuan manusia untuk sepenuhnya memahami atau mengekspresikan perasaannya terhadap yang diagungkan. Tanda tanya dan tanda seru menjadi simbol dari pertanyaan eksistensial dan deklarasi emosional yang sulit dipisahkan. Dengan kata lain, puisi ini mengajak pembaca merenungkan bahwa dalam setiap interaksi spiritual atau emosional, selalu ada ketidakpastian dan kebingungan yang membuat pengalaman itu semakin manusiawi.

Puisi “Sujud” karya Husni Djamaluddin adalah contoh puisi modern yang sederhana secara kata namun kompleks secara makna. Dengan menggabungkan simbolisme tanda baca, repetisi, dan penyebutan sosok yang diagungkan, puisi ini mampu mengungkapkan ketegangan batin manusia antara bertanya, menyeru, dan mengakui kehadiran sesuatu yang lebih besar dalam hidup.

Husni Djamaluddin
Puisi: Sujud
Karya: Husni Djamaluddin

Biodata Husni Djamaluddin:
  • Husni Djamaluddin lahir pada tanggal 10 November 1934 di Tinambung, Mandar, Sulawesi Selatan.
  • Husni Djamaluddin meninggal dunia pada tanggal 24 Oktober 2004.
© Sepenuhnya. All rights reserved.