Puisi: Tak Pernah Terlupakan (Karya Kliwon Mansi)

Puisi "Tak Pernah Terlupakan" karya Kliwon Mansi menyuguhkan refleksi yang mendalam terkait dengan jejak kaki yang telah ditinggalkan oleh waktu.
Tak Pernah Terlupakan

dari jejak kaki, yang dipulangkan oleh waktu
tersisa kebahagiaan, satu minggu yang lalu

sudahkah pulang ke rumah?
dengan nama baik
doa yang dilafalkan

Kebumen, 9 Desember 2023

Analisis Puisi:

Puisi "Tak Pernah Terlupakan" karya Kliwon Mansi menyuguhkan refleksi yang mendalam terkait dengan jejak kaki yang telah ditinggalkan oleh waktu.

Jejak Kaki sebagai Metafora Kehidupan: Puisi ini membahas jejak kaki yang dipulangkan oleh waktu sebagai metafora dari perjalanan hidup. Jejak kaki mewakili tanda-tanda perjalanan yang telah dilalui seseorang dalam kehidupannya.

Kehadiran Waktu yang Tak Terelakkan: Penggunaan kata "tersisa" menekankan pada kehadiran waktu yang tak terelakkan. Waktu di sini menjadi agen yang merubah dan menghapus, tetapi tetap meninggalkan jejak berharga.

Kebahagiaan yang Ditinggalkan: Sentuhan kebahagiaan yang disampaikan dalam puisi ini menciptakan suasana nostalgia. Pertanyaan apakah jejak kaki itu sudah pulang ke rumah dengan nama baik menyiratkan kerinduan akan kebahagiaan yang mungkin telah hilang.

Pertanyaan yang Membuka Dialog: Puisi ini mengandung pertanyaan-pertanyaan yang mengundang pembaca untuk merenung. Pertanyaan mengenai pulang ke rumah dan doa yang dilafalkan membuka ruang untuk pemikiran tentang makna dan arah hidup.

Keberlanjutan Doa: Doa yang dilafalkan menunjukkan harapan dan keinginan untuk keberlanjutan kebahagiaan di masa mendatang. Meskipun waktu telah membawa perubahan, doa adalah bentuk harapan yang tak pernah pudar.

Keterhubungan dengan Keagamaan: Ungkapan "dengan nama baik" dan "doa yang dilafalkan" mencirikan dimensi keagamaan dalam puisi. Hal ini menunjukkan bahwa kebahagiaan yang diinginkan terkait erat dengan nilai-nilai spiritual.

Puisi "Tak Pernah Terlupakan" menggambarkan pemikiran mendalam tentang jejak kaki dalam waktu dan kehidupan. Melalui penggunaan metafora, pertanyaan, dan sentuhan kebahagiaan, puisi ini memunculkan refleksi tentang arti hidup, perubahan, dan harapan yang terus hidup dalam doa.

Kliwon Mansi
Puisi: Tak Pernah Terlupakan
Karya: Kliwon Mansi

Biodata Kliwon Mansi:
  • Kliwon Mansi lahir pada tanggal 12 September 1995 di Bekasi. Sejak SDN-MAN tinggal Kebumen. Ia memiliki hobi membaca, menulis dan bermain catur.
  • Kliwon Mansi termasuk ke dalam 20 Besar Anugerah COMPETER 2024, yang pemenangnya akan diumumkan per 1 Januari 2024.
© Sepenuhnya. All rights reserved.