Tentang Salam Tempo Dulu
aku titipkan rindu. Pada waktu
yang letaknya di orang tua. Dia
salam rindu tempo dulu diangin-anginkan
depan rumah
mana lagi salam rinduku?
yang berjumpa kesunyian
Kebumen, 19 Desember 2023
Analisis Puisi:
Puisi "Tentang Salam Tempo Dulu" karya Kliwon Mansi membawa pembaca ke masa lalu, menghadirkan atmosfer rindu dan kenangan yang tertanam dalam salam tempo dulu.
Aku Titipkan Rindu: Puisi dibuka dengan pernyataan bahwa penyair menitipkan rindu. Ini menciptakan suasana nostalgia, sebuah perasaan kangen terhadap masa lampau yang dihubungkan dengan rindu.
Waktu yang Letaknya di Orang Tua: Pembaca diperkenalkan pada konsep waktu yang terkait dengan orang tua. Ini menciptakan keterkaitan emosional dan menunjukkan bahwa salam tersebut mengarah pada kenangan bersama orang tua.
Salam Rindu Tempo Dulu diangin-anginkan Depan Rumah: Penekanan pada salam rindu yang diangin-anginkan depan rumah menciptakan gambaran visual tentang salam yang terbawa oleh angin. Rumah menjadi simbol kedamaian dan kehangatan di masa lalu.
Mana Lagi Salam Rinduku?: Pertanyaan retoris ini menggambarkan kehilangan dan kekosongan karena salam rindu yang mungkin telah reda atau hilang seiring berjalannya waktu.
Yang Berjumpa Kesunyian: Pernyataan ini menciptakan kontras antara atmosfer salam tempo dulu yang penuh kehangatan dengan realitas kesunyian saat ini. Kesunyian menjadi simbol perpisahan dan kehilangan.
Kata "Salam" sebagai Pemersatu: Penggunaan kata "salam" tidak hanya merujuk pada penghormatan atau ucapan, tetapi juga menyiratkan kehangatan dan keterikatan emosional. Salam menjadi lambang kebersamaan di masa lalu.
Bahasa yang Sederhana: Pemilihan kata-kata yang sederhana dan ringan menciptakan nada yang lembut dan mudah diresapi oleh pembaca. Pemakaian bahasa yang sederhana sejalan dengan atmosfer kenangan yang hangat dan penuh cinta.
Penutup yang Menyisakan Keputusasaan: Puisi ditutup dengan pertanyaan yang meninggalkan kesan keputusasaan dan kekosongan. Pembaca merasakan bahwa salam tempo dulu mungkin telah hilang, dan ini menciptakan rasa melankolis di akhir puisi.
Puisi "Tentang Salam Tempo Dulu" mengeksplorasi tema rindu, nostalgia, dan kehilangan melalui gambaran salam yang diangin-anginkan di masa lalu. Dengan menggunakan bahasa yang sederhana, puisi ini berhasil menyentuh perasaan pembaca dan mengajak mereka merenung tentang nilai-nilai kebersamaan dan kenangan di masa lampau.
Karya: Kliwon Mansi
Biodata Kliwon Mansi:
- Kliwon Mansi lahir pada tanggal 12 September 1995 di Bekasi. Sejak SDN-MAN tinggal Kebumen. Ia memiliki hobi membaca, menulis dan bermain catur.
- Kliwon Mansi termasuk ke dalam 20 Besar Anugerah COMPETER 2024, yang pemenangnya akan diumumkan per 1 Januari 2024.
