Ternyata
(In memoriam Asneli Lutan)
kematian telah membuat sang andaikata terbengkalai
benang pergaulan yang begitu rapi disimpai
putus terjurai
ternyata:
di dalam gua yang kita pahat ke satu titik cahaya
mata air peluang siap jadi pembasuh kemawasan
ada dinding terkikis alun riak yang ramah
atau diterjang arus — menerobos liang segala pretensi
dan di bukit gua itu, kita tetap senyum gagah
menunjuk langit tetap kubah
bagai benang memanjang, terhadapnya
elmaut menggalang kemungkinan yang dijanjikan kemampuan
istirahat dipaksakan dalam bukit bernisan
bungkam tetap dan tak tetap menentang
Sumber: Horison (Juli, 1984)
Analisis Puisi:
Puisi "Ternyata" karya Rayani Sriwidodo adalah karya yang merenungkan tentang kematian dan arti kehidupan. Puisi ini mengungkapkan pemahaman yang dalam tentang perubahan dan peluang yang terkandung dalam setiap fase kehidupan.
Kematian dan Pergulatan: Puisi ini dimulai dengan pernyataan bahwa "kematian telah membuat sang andaikata terbengkalai." Ini mengisyaratkan bahwa kematian adalah kejadian yang menghentikan perjalanan seseorang, terutama perjalanan dalam kehidupan. Kematian adalah salah satu realitas yang tidak bisa dihindari, dan ini menggambarkan pergulatan manusia dalam menghadapinya.
Benang Pergaulan dan Hubungan: Puisi ini menggambarkan benang-benang pergaulan yang terputus akibat kematian. Hubungan yang pernah erat dan rapi sekarang terpisah dan terurai. Ini adalah gambaran yang sangat kuat tentang perasaan kehilangan dan kesepian yang sering dialami ketika seseorang yang kita cintai meninggal.
Mata Air Peluang: Dalam puisi ini, ada gambaran positif bahwa di dalam gua yang kita pahat menuju kehidupan yang kita impikan, ada "mata air peluang siap jadi pembasuh kemawasan." Ini menyoroti bahwa setiap akhiran membawa peluang baru, dan kematian, meskipun tragis, bisa membuka jalan bagi sesuatu yang baru.
Alun Riak dan Arus: Puisi ini juga menggambarkan bagaimana kehidupan bisa terasa seperti "dinding terkikis alun riak yang ramah" atau seperti terjangan "arus" yang menerobos segala pretensi. Ini merujuk pada pengalaman hidup yang bisa menggoyahkan dan mengubah kita, terkadang dengan cara yang tak terduga.
Ketahanan dan Kemampuan: Puisi ini mengajak kita untuk tetap "senyum gagah" dan tetap memiliki keyakinan bahkan dalam menghadapi kesulitan. Ini adalah pesan tentang ketahanan dan kemampuan untuk terus maju meskipun ada rintangan dalam hidup.
Pesan Mendalam: Secara keseluruhan, puisi ini menyampaikan pesan mendalam tentang perubahan, ketidakpastian, dan kehidupan. Ini mengajak pembaca untuk merenungkan makna hidup dan kematian, serta bagaimana kita bisa meresponsnya dengan bijak.
Puisi "Ternyata" adalah karya yang memprovokasi pemikiran tentang kematian dan arti hidup. Ini mengingatkan kita bahwa meskipun kita tidak dapat menghindari kematian, kita dapat menjalani hidup dengan tekad, ketahanan, dan kemampuan untuk menghadapi perubahan dengan bijak.
Puisi: Ternyata
Karya: Rayani Sriwidodo
Biodata Rayani Sriwidodo:
- Rayani Lubis lahir di Kotanopan, Tapanuli Selatan, pada tanggal 6 November 1946.
- Rayani Lubis meniadakan marga di belakang nama setelah menikah dengan pelukis Sriwidodo pada tahun 1969 dan menambahkan nama suaminya di belakang namanya sehingga menjadi Rayani Sriwidodo.