Puisi: Pengakuan (Karya Rita Oetoro) Pengakuan daku — seakan menyesali hidup yang telah digariskan kadang meragukan harapan yang dijanjikan kerap meratapi suatu kesia-siaan selalu mengin…
Puisi: Kota Sungai (Karya Ariffin Noor Hasby) Kota Sungai kota sungai inilah yang mengalirkan rinduku ke bandar-bandar jauh. Rinduku yang liar dihempas ombak besar; ia mengalir tanpa kapal sambil…
Puisi: Lanskap Laut (Karya Ariffin Noor Hasby) Lanskap Laut seribu laut memantulkan rindu di garis pantai membagi bayang-bayang dan kenangan pada cakrawala, angin dan ombak yang gairah dalam gigil…
Puisi: Introspeksi (Karya A. Rahim Eltara) Introspeksi Barangkali inilah deras air fardhu mengalir dari keringat-Mu menyaring keruh haus dahaga dari seribu jerat jari-jari pelangi …
Puisi: Terminal (Karya Hijaz Yamani) Terminal Apakah aku harus berhenti di sini pada siklus yang digeret siang panjang begini Adakah engkau yang berdiri di situ menunggu colt penghabisan…
Puisi: Kugigit Batu Sungai (Karya Abrar Yusra) Kugigit Batu Sungai Tidak tentu lagi hari apa. Tapi jelas angin senja berkerosok di tepi hutan sepanjang sungai berkabut Sungai berbisik-bisi…
Puisi: Anak-Anak Suatu Kali (Karya Lazuardi Adi Sage) Anak-Anak Suatu Kali anak-anakku bertanya di mana letak sungai surga aku merentangkan tangan di kedua tapak tangan anak-anakku merentangkan tangan be…
Puisi: Oriental Suatu Malam (Karya Lazuardi Adi Sage) Oriental Suatu Malam bagaimana mengasah sajak di antara lampu-lampu gemerlap dan orang-orang silih berdansa di perut sebuah pub pun aku menjaring ang…
Puisi: Pagi (Karya Bakdi Soemanto) Pagi Pagi seperti biasa dimulai dengan matahari, yang menggusur malam ke sudut jantung kehidupan. Tak terbicarakan sel…
Puisi: Sajak Bulan tentang Sungai (Karya Acep Zamzam Noor) Sajak Bulan tentang Sungai Telah kusebar harum bunga dan kuterangi Belantara. Kuselimuti belukar dan semak yang gelap Aku mengalir sepanjang…
Puisi: Pedhut (Karya Suripan Sadi Hutomo) Pedhut pedhut ing setasiun leiden munggah ing pucuk-pucuke cemarane ati si nonik mesem uluk salam kangen: - aja wedi, yen ditutup lawange ati gusti b…