Yang Terlepas
"Aku mencoba menyelamatkan rindu
tapi tak sanggup melunasi penyesalan"
Siang malam diperas keadaan
lagi-lagi terpaksa menahan
Yang tersisa dari mimpi
hanyalah keharusan membuka mata
Siang malam diperas perasaan
menyita kenangan dari hujan
Yang terkikis dari hati
adalah keinginan untuk bertahan
Walau tentu, aku ingin tahu:
apa yang dulu membuatmu memilihku?!
2022
Analisis Puisi:
Puisi "Yang Terlepas" Karya A. Munandar menciptakan nuansa kehilangan, penyesalan, dan keingintahuan atas apa yang telah terlewat. Penyair menggambarkan perasaan yang membebani dengan lirik yang ringkas namun penuh makna.
Rasa Rindu dan Penyesalan: Puisi dibuka dengan usaha yang tidak tercapai untuk menyelamatkan atau mempertahankan rindu. Ini mungkin menggambarkan kesedihan yang timbul dari kegagalan dalam merawat atau mempertahankan hubungan atau kenangan yang berharga.
Konflik Internal: Penyair mengekspresikan konflik batin dengan menggambarkan perjuangan antara keharusan dan keinginan pribadi. Terlihat dari garis "lagi-lagi terpaksa menahan" yang menggambarkan penekanan yang terus menerus atas sesuatu yang sulit atau tidak diinginkan.
Keingintahuan dan Kehilangan: Puisi berakhir dengan keingintahuan yang kuat akan alasan di balik kepergian seseorang, yang masih membawa rasa penasaran dan keinginan untuk memahami situasi yang telah berlalu. Ada kesedihan dan rasa kehilangan yang dalam dari sesuatu yang tak tergantikan atau tak dapat dikembalikan.
Puisi "Yang Terlepas" adalah sebuah puisi yang mencerminkan perasaan kehilangan, penyesalan, konflik internal, dan keingintahuan. Penyair menggambarkan perasaan yang rumit dan kompleks, menyoroti kebingungan atas hal-hal yang telah terlewat dan perasaan yang menyertainya. Puisi ini mengekspresikan kerinduan akan pemahaman atas sesuatu yang mungkin telah lenyap.
