Puisi: Z (Karya Korrie Layun Rampan)

Puisi "Z" karya Korrie Layun Rampan bercerita tentang perjalanan manusia yang membawa beban kehidupan dan penderitaan dari generasi ke generasi.

Z


Siapakah yang pulang dengan langkah masai
menyandang duka Adam yang pertama
mengempang arus sungai, membadung nasibnya?

Iakah itu pelancong tak bernama.
Menyusur semenanjung tenggara
istirah ke sini. Menawarkan senja dalam desau prahara
setelah lelah mengedangkan jaring nasib melawan bencana

Siapakah masih mengaliri aku, o, sungai derita
rakit-rakit sarat biduk-biduk dan tongkang, detak jantung luka
memeram musim memberat mengimpikan birahi pada pulungnya

Iakah itu yang menggedor pintu dan jendela
malam-malam begini. Dukakah itu duka dunia
menyusur sungaiku yang terus mengaliri dasar jiwa

Siapakah yang pulang dengan langkah masai
menyandang duka Adam yang pertama
mengempang arus sungai, membadung nasibnya?

1974

Sumber: Suara Kesunyian (1981)

Analisis Puisi:

Puisi "Z" karya Korrie Layun Rampan adalah karya sastra yang menyuguhkan perjalanan batin dan refleksi eksistensial melalui bahasa puitis yang padat dan simbolis. Dengan struktur yang berulang dan ritme yang melankolis, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungi nasib manusia, perjalanan hidup, dan penderitaan yang melekat dalam pengalaman manusiawi.

Tema

Tema utama puisi ini berkisar pada penderitaan manusia, nasib, dan eksistensi. Korrie Layun Rampan menggunakan metafora sungai, langkah pulang, dan duka Adam sebagai simbol perjalanan hidup manusia yang sarat dengan kesulitan dan perjuangan. Sungai, dalam konteks puisi, bukan sekadar aliran air, tetapi mewakili arus kehidupan yang terus bergerak, membawa nasib dan derita. Dengan mengulang pertanyaan “Siapakah yang pulang…”, penyair menekankan ketidakpastian identitas manusia yang mengalami penderitaan universal.

Secara garis besar, puisi ini bercerita tentang perjalanan manusia yang membawa beban kehidupan dan penderitaan dari generasi ke generasi. Puisi ini dimulai dan diakhiri dengan pertanyaan yang sama, menciptakan lingkaran naratif yang menegaskan siklus kehidupan yang tak terhindarkan. Tokoh yang hadir dalam puisi—pelancong tak bernama atau manusia yang menanggung duka Adam—melambangkan setiap individu yang menghadapi takdir dan kesulitan dalam hidupnya. Selain itu, puisi ini menyoroti keteguhan dan perjuangan manusia menghadapi bencana, kesedihan, dan dilema eksistensial.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini dapat ditemukan melalui simbol-simbol dan imaji yang digunakan. Duka Adam yang pertama bukan hanya merujuk pada kisah klasik tentang dosa pertama manusia, tetapi juga mengandung makna universal tentang penderitaan yang melekat dalam kehidupan manusia. Sungai derita, rakit-rakit sarat biduk-biduk, dan tongkang-tongkang menjadi metafora tentang perjalanan hidup yang berat, penuh rintangan, dan terkadang menuntut pengorbanan. Penyair menyampaikan bahwa setiap manusia, tanpa terkecuali, harus menempuh perjalanan hidup yang tidak mudah, dengan duka sebagai teman yang melekat.

Puisi "Z" karya Korrie Layun Rampan menghadirkan refleksi mendalam tentang eksistensi manusia, penderitaan, dan perjalanan hidup yang penuh liku. Melalui tema penderitaan, simbolisasi sungai dan perjalanan, serta penggunaan majas metafora dan pertanyaan retoris, puisi ini menyuarakan keabadian konflik manusia dengan nasibnya. Setiap pembaca diajak untuk merenungi dan mengaitkan pengalaman pribadinya dengan perjalanan tokoh dalam puisi, sehingga makna puisi ini terasa universal dan abadi.

Korrie Layun Rampan
Puisi: Z
Karya: Korrie Layun Rampan

Biodata Korrie Layun Rampan:
  • Korrie Layun Rampan adalah seorang penulis (penyair, cerpenis, novelis, penerjemah), editor, dan kritikus sastra Indonesia berdarah Dayak Benuaq.
  • Korrie Layun Rampan lahir pada tanggal 17 Agustus 1953 di Samarinda, Kalimantan Timur.
  • Korrie Layun Rampan meninggal dunia pada tanggal 19 November 2015 di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat.
© Sepenuhnya. All rights reserved.