Puisi: Ziarah (Karya Korrie Layun Rampan)

Puisi “Ziarah” karya Korrie Layun Rampan bercerita tentang perjalanan ziarah yang dilakukan seseorang melalui ruang dan waktu, dari pulau-pulau ...

Ziarah


telah kutempuh ziarahku setiap waktu
antara pulau kenangan dan jiwa yang bisu
telah kubangun rumah di bibir gelombang dan dada kota
kubangun jembatan antara kebeliaan tua jauhari

hari-hari menepi melawat bersama sauh
siapakah lagi yang mati di sekitar kampung jauh
memanggil bunyian alam dan gong penghabisan
memanggil tangis dan duka yang redam

sebuah legenda mimpi laut
tualang padang akal
kanak-kanak tertawa mengusap mainan mimpi pertama
babak lakon yang bengal

ziarah panjang kekasih sajak
di sini telaga matahari: duniaku terserak!

Sumber: Mata Kekasih (2008)

Analisis Puisi:

Puisi “Ziarah” karya Korrie Layun Rampan merupakan refleksi mendalam tentang perjalanan batin, kenangan, dan pengalaman hidup yang melekat dalam jiwa. Dengan bahasa yang puitis dan imajinatif, puisi ini menyatukan perjalanan fisik dan spiritual dalam satu kesatuan naratif yang penuh simbol.

Tema

Tema utama puisi ini adalah perjalanan batin dan refleksi kehidupan melalui kenangan, pengalaman, dan relasi manusia dengan alam serta kota. Puisi menekankan konsep ziarah tidak hanya sebagai kegiatan fisik, tetapi sebagai metafora bagi perjalanan hidup dan pencarian makna.

Puisi ini bercerita tentang perjalanan ziarah yang dilakukan seseorang melalui ruang dan waktu, dari pulau-pulau kenangan hingga dada kota yang ramai. Penyair membangun simbolik “rumah di bibir gelombang dan dada kota” dan “jembatan antara kebeliaan tua jauhari”, seolah menautkan masa lalu dan masa kini, pengalaman individu dan kolektif. Puisi juga menyinggung tentang kematian, tangis, dan duka di kampung jauh, serta kenangan kanak-kanak yang bermain dengan “mimpi pertama”.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah tentang pencarian pemahaman diri dan hubungan dengan dunia. Ziarah menjadi simbol perjalanan spiritual yang menghubungkan pengalaman masa lalu, kenangan, rasa kehilangan, dan kebahagiaan sederhana. Pemuatan elemen alam, kota, dan kanak-kanak menekankan keterhubungan manusia dengan waktu, ruang, dan kehidupan sosial.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini terasa kontemplatif dan reflektif, namun juga kaya dengan imaji nostalgia dan sedikit kesedihan. Ada nuansa perenungan yang hening sekaligus semarak dalam citraan laut, kampung, dan kanak-kanak.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Puisi ini menyampaikan pesan agar pembaca menghargai perjalanan hidup, termasuk kenangan, duka, dan kegembiraan. Ziarah bukan sekadar ritual fisik, tetapi perjalanan batin yang menuntun manusia untuk memahami diri dan lingkungannya, serta menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Puisi “Ziarah” karya Korrie Layun Rampan menegaskan bahwa perjalanan hidup adalah proses refleksi batin yang kompleks, menggabungkan kenangan, duka, kegembiraan, dan pencarian makna. Dengan citraan yang kaya dan simbolisme yang mendalam, puisi ini mengajak pembaca merenungi perjalanan mereka sendiri, menghargai waktu, dan menemukan keseimbangan antara pengalaman individu dan dunia di sekitarnya.

Korrie Layun Rampan
Puisi: Ziarah
Karya: Korrie Layun Rampan

Biodata Korrie Layun Rampan:
  • Korrie Layun Rampan adalah seorang penulis (penyair, cerpenis, novelis, penerjemah), editor, dan kritikus sastra Indonesia berdarah Dayak Benuaq.
  • Korrie Layun Rampan lahir pada tanggal 17 Agustus 1953 di Samarinda, Kalimantan Timur.
  • Korrie Layun Rampan meninggal dunia pada tanggal 19 November 2015 di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat.
© Sepenuhnya. All rights reserved.