Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Puisi: Sajak buat Drs Supomo SH + A. Rohim HRP SH (Karya N. A. Hadian)

Puisi “Sajak buat Drs Supomo SH + A. Rohim HRP SH” karya N. A. Hadian bercerita tentang manusia yang berada dalam tekanan zaman dan keadaan sosial ...
Sajak buat Drs Supomo SH + A. Rohim HRP SH

kita adalah cacing
yang dibangunkan mimpi-mimpinya
di atas keluh rintih
yang runtuh

kita adalah nafas
yang tersekat
dari suatu zaman
dimana manusia merobek-robek
mukanya sendiri

kita telah mengotori cermin
dalam diri kita

kita telah menerima kematian
untuk melupakan
segala-galanya.

1978

Sumber: Hutan Kelam (1978)

Analisis Puisi:

Puisi “Sajak buat Drs Supomo SH + A. Rohim HRP SH” karya N. A. Hadian adalah karya yang singkat namun sarat refleksi kritis tentang kondisi manusia dan zaman yang dihadapinya. Dengan bahasa yang tegas, simbolis, dan eksistensial, puisi ini menampilkan ketidakberdayaan manusia, fragmentasi identitas, dan kesadaran akan kefanaan.

Tema

Tema utama puisi ini adalah ketidakberdayaan manusia di tengah zaman yang kacau, serta kesadaran eksistensial dan kefanaan. Selain itu, puisi ini menyinggung tema kerusakan moral, kehilangan arah hidup, dan fragmen identitas diri dalam konteks sosial yang menekan.

Puisi ini bercerita tentang manusia yang berada dalam tekanan zaman dan keadaan sosial yang rapuh. Penyair menyebut diri dan manusia pada umumnya sebagai “cacing yang dibangunkan mimpi-mimpinya,” menggambarkan kerapuhan, ketergantungan, dan keterbatasan dalam menghadapi realitas.

Puisi ini juga menggambarkan persepsi manusia terhadap dirinya sendiri yang rusak, melalui frasa “kita telah mengotori cermin dalam diri kita,” yang menandakan hilangnya integritas, keaslian, atau kejujuran diri. Di akhir, puisi menyinggung kesadaran manusia akan kematian sebagai cara untuk melupakan atau mengakhiri segala kegelisahan, menimbulkan nuansa eksistensial yang berat.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah kegelisahan manusia modern terhadap identitas, moralitas, dan kefanaan hidup. Penyair menyinggung bahwa manusia sering kali menjadi korban dari keadaan zaman, terjebak dalam mimpi-mimpi yang tak tercapai, dan bahkan merusak dirinya sendiri dalam prosesnya. Puisi ini juga menyiratkan refleksi kritis tentang kerentanan manusia menghadapi perubahan sosial, tekanan moral, dan eksistensi yang rapuh.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini gelap, melankolis, dan reflektif. Imaji tentang cacing, nafas yang tersekat, dan cermin yang kotor menimbulkan kesan keterasingan, kebingungan, dan kesadaran akan kefanaan. Nada puisi berat dan introspektif, memunculkan rasa pesimisme sekaligus peringatan tentang kondisi manusia.

Puisi “Sajak buat Drs Supomo SH + A. Rohim HRP SH” karya N. A. Hadian adalah puisi eksistensial dan reflektif yang menyoroti kondisi manusia di tengah zaman yang rapuh, hilangnya integritas diri, dan kesadaran akan kefanaan. Dengan bahasa simbolik dan imaji yang kuat, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan kerentanan manusia, fragmen identitas, dan pentingnya kesadaran eksistensial dalam menghadapi kehidupan yang kompleks.

N. A. Hadian
Puisi: Sajak buat Drs Supomo SH + A. Rohim HRP SH
Karya: N. A. Hadian

Biodata N. A. Hadian:
  • N. A. Hadian lahir pada tanggal 21 September 1932 di Medan.
  • N. A. Hadian meninggal dunia pada tanggal 22 Maret 2007.
© Sepenuhnya. All rights reserved.