Analisis Puisi:
Puisi "Sajak Lain" merupakan sajak pendek dengan larik-larik minimalis, tetapi menyimpan ketegangan emosional yang kuat. Dengan memanfaatkan citraan alam dan bahasa yang ekonomis, penyair menghadirkan pengalaman batin tentang menulis, mengingat, dan kehilangan. Puisi ini seolah menjadi catatan singkat tentang sesuatu yang ingin diabadikan, namun justru lenyap oleh waktu dan keadaan.
Tema
Tema utama puisi ini adalah ketiadaan dan kefanaan. Selain itu, puisi ini juga memuat tema cinta yang rapuh, ingatan yang mudah terhapus, serta ketidakberdayaan manusia menghadapi waktu dan alam.
Puisi ini bercerita tentang usaha seseorang yang mengukir nama seseorang di tengah kegelisahan, namun usaha itu berakhir sia-sia. Nama yang diguratkan berada “antara dua gelombang”, posisi yang tidak pernah benar-benar aman. Pada akhirnya, gelombang menghapus semuanya hingga rata, menyisakan buih yang kemudian diserap pasir.
Makna tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah segala usaha mengabadikan perasaan atau kenangan bisa saja gagal. Apa yang ditulis dengan gelisah—bahkan dengan cinta—tidak selalu bertahan. Penyair menyiratkan bahwa waktu dan keadaan memiliki kuasa lebih besar daripada kehendak manusia.
Suasana dalam puisi
Suasana yang terasa dalam puisi ini adalah gelisah, sunyi, dan pasrah. Kegelisahan muncul sejak larik awal, lalu berangsur berubah menjadi kepasrahan ketika semua yang diusahakan akhirnya hilang tanpa jejak.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah kesadaran untuk menerima kefanaan. Puisi ini mengajak pembaca memahami bahwa tidak semua hal dapat dipertahankan, dan kehilangan adalah bagian dari pengalaman manusia.
Puisi "Sajak Lain" karya Aldian Aripin menunjukkan bahwa kesederhanaan bentuk dapat menyimpan kedalaman makna. Dengan hanya beberapa larik, penyair berhasil menghadirkan kisah tentang ingatan, kehilangan, dan penerimaan. Puisi ini mengajak pembaca merenung: betapa mudahnya sesuatu yang pernah ditulis dengan perasaan, akhirnya diratakan oleh gelombang waktu.
Karya: Aldian Aripin
Biodata Aldian Aripin:
- Aldian Aripin lahir pada tanggal 1 Agustus 1938 di Kotapinang, Sumatera Utara.
- Aldian Aripin meninggal dunia pada tanggal 15 Oktober 2010 di Medan
- Aldian Aripin merupakan Penyair Angkatan '66.