Puisi: Aku Ingin Sendiri Lagi (Karya Rusli Marzuki Saria)

Puisi “Aku Ingin Sendiri Lagi” karya Rusli Marzuki Saria bercerita tentang seseorang yang ingin kembali sendiri. Ia ingin menyimak angin, menyimak ...
Aku Ingin Sendiri Lagi

aku ingin sendiri lagi
menyimak angin
menyimak layang-layang
tengah hari

kukemas padang-padang
luas terbentang
ku berkemas
ketika senja datang

salam buatmu
salam sore hari

24/3/1981

Sumber: Parewa (1998)

Analisis Puisi:

Puisi “Aku Ingin Sendiri Lagi” karya Rusli Marzuki Saria adalah sajak yang sederhana dalam bentuk, namun dalam dalam perenungan. Dengan larik-larik pendek dan pilihan kata yang tenang, penyair menghadirkan keinginan untuk kembali pada kesendirian—bukan sebagai bentuk pelarian, melainkan sebagai ruang refleksi dan pemulihan batin.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kerinduan pada kesendirian dan perenungan diri. Tema pendukungnya meliputi:
  • Keheningan sebagai ruang kontemplasi.
  • Hubungan manusia dengan alam.
  • Perpisahan yang tenang.
  • Penerimaan terhadap waktu.
Kesendirian dalam puisi ini bukan kesepian yang menyakitkan, melainkan pilihan sadar untuk kembali menyimak diri dan alam.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang ingin kembali sendiri. Ia ingin menyimak angin, menyimak layang-layang di tengah hari—sebuah gambaran kegiatan yang sederhana namun penuh perhatian.

Pada bagian berikutnya, ia “mengemas padang-padang luas terbentang”, lalu berkemas ketika senja datang. Ini memberi kesan perjalanan yang usai atau fase hidup yang selesai. Di akhir, ia menyampaikan salam, seolah berpamitan dengan lembut.

Puisi ini menggambarkan momen transisi: dari kebersamaan menuju kesendirian, dari siang menuju senja.

Makna Tersirat

Puisi ini dapat dipahami dalam beberapa lapisan:
  • Kesendirian sebagai kebutuhan batin. Keinginan untuk sendiri bukan karena luka, tetapi karena kebutuhan untuk mendengarkan kembali suara hati.
  • Angin dan layang-layang. Angin melambangkan kebebasan dan bisikan alam. Layang-layang bisa dimaknai sebagai harapan atau kenangan masa kecil yang sederhana.
  • Mengemas padang-padang luas. Ini bisa ditafsirkan sebagai simbol merapikan pengalaman hidup yang panjang.
  • Senja datang. Senja sering menjadi simbol akhir fase, kedewasaan, atau bahkan menjelang usia senja kehidupan.
  • Salam sore hari. Salam ini terasa seperti ucapan pamit yang tidak dramatis—tenang, matang, dan penuh penerimaan.
Puisi ini menyiratkan bahwa setiap manusia membutuhkan waktu untuk kembali kepada dirinya sendiri.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa:
  • Tenang.
  • Hening.
  • Reflektif.
  • Lembut.
  • Sedikit melankolis namun tidak muram.
Nada puisi tidak menunjukkan amarah atau kesedihan, melainkan kedamaian dalam menerima kesendirian.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Beberapa amanat yang dapat ditangkap:
  • Kesendirian adalah ruang penting untuk mengenal diri.
  • Alam dapat menjadi sahabat dalam proses refleksi.
  • Setiap fase kehidupan memiliki waktunya sendiri, dan kita perlu siap berkemas ketika senja datang.
  • Perpisahan tidak selalu harus penuh luka; bisa juga dilakukan dengan salam yang lembut.
Puisi ini mengajarkan bahwa mundur sejenak dari keramaian bukanlah kelemahan, melainkan kebijaksanaan.

Puisi “Aku Ingin Sendiri Lagi” karya Rusli Marzuki Saria adalah sajak reflektif tentang kebutuhan manusia untuk kembali pada kesunyian. Dengan bahasa yang sederhana dan citraan alam yang lembut, penyair menyampaikan bahwa kesendirian bisa menjadi ruang penyembuhan dan perenungan.

Puisi ini tidak dramatis, tetapi mengalir pelan seperti angin yang disimak. Mengajarkan bahwa dalam hidup, ada saat untuk bersama, dan ada saat untuk berkemas ketika senja datang—dengan salam yang tenang dan hati yang lapang.

Rusli Marzuki Saria
Puisi: Aku Ingin Sendiri Lagi
Karya: Rusli Marzuki Saria

Biodata Rusli Marzuki Saria:
  • Rusli Marzuki Saria lahir pada tanggal 26 Februari 1936 di Kamang, Bukittinggi.
© Sepenuhnya. All rights reserved.