Puisi: Berburu Cahaya (Karya Evi Idawati)

Puisi “Berburu Cahaya” karya Evi Idawati bercerita tentang seseorang yang menyadari perubahan zaman melalui tanda-tanda kosmis: bumi yang gelap, ...

Berburu Cahaya

Garis bumi yang gelap
Panji-panji menggantung di langit
Adalah tanda dari masa yang bergerak perlahan
Meski lampau dan sekarang bulan tetap sama
Seperti bumi seperti matahari
Ratusan tahun bintang berkelana menjelajah semesta
Tetaplah bintang yang sama
Hanya bergeser pada waktu tertentu
Jika tepi matahari muncul di permukaan
Langit merah seperti darah
Riuh suara bumi
Gerak penghuni
Pagi menari
Di atas kuda aku berburu cahaya
"Lihatlah, hari telah mulai, kutarik tali kekang kuda
menujuNya."
Sambil membawa tombak dan baju zirah
Aku menuju titik matahari
Di atas pelana kudengar genderang
Di kejauhan menara mencatat peristiwa
Singgasana dari kota yang terampas
Mengusungku di atas tandu
Menuju tabir gaib rahasia
Jogja, 2006

Sumber: Imaji dari Batas Negeri (Isac Book, 2008)

Analisis Puisi:

Puisi “Berburu Cahaya” karya Evi Idawati merupakan puisi yang sarat simbol kosmis, heroik, dan spiritual. Melalui gambaran langit, matahari, bintang, hingga sosok penunggang kuda yang berburu cahaya, penyair menghadirkan perjalanan batin yang penuh tekad menuju sesuatu yang lebih tinggi—baik itu kebenaran, harapan, maupun pencerahan.

Puisi ini memadukan unsur alam semesta dengan citra kepahlawanan. Cahaya menjadi pusat simbol yang dituju, sementara perjalanan menuju cahaya digambarkan sebagai upaya penuh keberanian dan kesiapan.

Tema

Tema utama dalam puisi ini adalah pencarian cahaya sebagai simbol kebenaran, harapan, atau pencerahan hidup.

Cahaya dalam puisi ini tidak sekadar sinar matahari, melainkan lambang sesuatu yang luhur dan ingin diraih dengan perjuangan.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang menyadari perubahan zaman melalui tanda-tanda kosmis: bumi yang gelap, panji-panji di langit, bintang yang berkelana, dan matahari yang terbit dengan langit merah.

Di tengah dinamika semesta tersebut, penyair memutuskan untuk berburu cahaya. Ia menunggang kuda, membawa tombak dan baju zirah, seolah bersiap untuk sebuah pertempuran atau misi besar.

Perjalanan itu mengarah pada titik matahari—simbol pusat cahaya. Di kejauhan terdengar genderang dan menara yang mencatat peristiwa, menandakan bahwa perjalanannya bukan sekadar pribadi, tetapi memiliki makna historis atau spiritual.

Akhirnya, perjalanan itu menuju “tabir gaib rahasia”, menyiratkan bahwa pencarian cahaya juga berarti mendekati misteri kehidupan yang terdalam.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa hidup adalah perjalanan untuk mencari makna dan kebenaran.

Cahaya melambangkan harapan, kebenaran, atau petunjuk ilahi. Penunggang kuda yang bersenjata menggambarkan kesiapan mental dan spiritual untuk menghadapi tantangan dalam mencapai tujuan tersebut.

Langit merah seperti darah dapat dimaknai sebagai pengorbanan atau perjuangan yang tidak mudah. Sementara bintang yang tetap sama meski waktu bergeser menyiratkan bahwa nilai-nilai kebenaran bersifat abadi.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa epik, heroik, dan penuh semangat spiritual. Ada nuansa kebangkitan ketika pagi menari dan hari mulai. Namun juga terdapat ketegangan dan keberanian dalam adegan berburu cahaya dengan tombak dan zirah.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah bahwa manusia harus berani mengejar cahaya dalam hidupnya, meskipun perjalanan itu penuh tantangan.

Puisi ini juga menyiratkan bahwa pencarian makna hidup membutuhkan keberanian, keyakinan, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.

Puisi “Berburu Cahaya” karya Evi Idawati menghadirkan perjalanan simbolik menuju cahaya sebagai lambang harapan dan kebenaran. Dengan citra kosmis dan heroik, penyair mengajak pembaca melihat hidup sebagai arena perjuangan yang menuntut keberanian dan keyakinan.

Melalui gambaran penunggang kuda yang menuju titik matahari, puisi ini menegaskan bahwa cahaya tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus dikejar dengan tekad dan kesiapan menghadapi segala kemungkinan.

Evi Idawati
Puisi: Berburu Cahaya
Karya: Evi Idawati

Biodata Evi Idawati:
  • Evi Idawati lahir pada tanggal 9 Desember 1973 di Demak, Jawa Tengah, Indonesia.
© Sepenuhnya. All rights reserved.