Puisi: Bola yang Dilambungkan (Karya Lazuardi Adi Sage)

Puisi “Bola yang Dilambungkan” karya Lazuardi Adi Sage mengajarkan bahwa dalam kehidupan, usaha dan pertaruhan sering disertai kelelahan, ...

Bola yang Dilambungkan


Bola yang dilambungkan jadi pertaruhan kemenangan
Bagai sumber perjudian di kepal tangan-Mu
Bagai pengejaran di sela angan yang kita buat,
tapi aku lelah bermain di kebun-Mu
tanpa bola api untuk kesebelasan masing kita

Lebih baik siapkan saja arena dan jaring buat gol
pertama, sebab bola yang dilambungkan membuat
kita bersintuh

Di lapangan: angka demi angka
demi angka angka
kita sama-sama kalah buat mengalah

1976

Sumber: Bola yang Dilambungkan (1980)

Analisis Puisi:

Puisi “Bola yang Dilambungkan” karya Lazuardi Adi Sage merupakan karya liris yang sarat dengan simbolisme dan refleksi filosofis. Dengan tema permainan dan kompetisi, puisi ini menyoroti hubungan antara usaha, kemenangan, kekalahan, dan interaksi manusia dalam ruang simbolik.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kompetisi, pertaruhan, dan hubungan manusia dalam proses interaksi dan usaha bersama. Selain itu, puisi ini juga menyinggung tema:
  • Kelelahan dan usaha dalam menghadapi tantangan.
  • Simbolisme permainan sebagai refleksi kehidupan.
  • Kemenangan dan kekalahan sebagai bagian dari pengalaman manusia.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini antara lain:
  • Kehidupan sebagai permainan simbolik. Bola, arena, dan jaring menjadi simbol usaha, kesempatan, dan tujuan yang harus dihadapi manusia.
  • Kelelahan dan usaha tanpa hasil jelas. “Aku lelah bermain di kebun-Mu” menunjukkan bahwa dalam hidup, usaha seringkali menuntut kesabaran dan menghadapi ketidakpastian.
  • Interaksi manusia dan kerjasama. Kata “kita bersintuh” menyiratkan pentingnya hubungan dan interaksi manusia dalam proses kompetisi dan kehidupan.
  • Kekalahan dan kemenangan sebagai pengalaman yang sama-sama penting. “Kita sama-sama kalah buat mengalah” menekankan bahwa dalam proses hidup, kekalahan dapat menjadi pengalaman yang bermakna dan bagian dari pertumbuhan.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi terasa:
  • Reflektif dan filosofis.
  • Sedikit tegang, menekankan kompetisi dan pertaruhan.
  • Simbolik, dengan fokus pada interaksi manusia dan makna permainan.
  • Introspektif, menggambarkan rasa lelah dan pencarian tujuan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat puisi ini dapat disimpulkan sebagai:
  • Hidup adalah permainan di mana usaha, pertaruhan, dan interaksi saling terkait.
  • Kelelahan dan kegagalan adalah bagian alami dari proses menuju tujuan.
  • Kekalahan dan kemenangan memiliki nilai yang sama dalam membentuk pengalaman dan pemahaman.
  • Struktur, aturan, dan tujuan diperlukan agar usaha manusia lebih jelas dan bermakna.
Puisi ini mengajak pembaca untuk memahami kehidupan sebagai permainan yang membutuhkan kesabaran, interaksi, dan refleksi.

Puisi “Bola yang Dilambungkan” karya Lazuardi Adi Sage adalah refleksi filosofis tentang kehidupan sebagai permainan. Melalui simbol bola, arena, dan angka, penyair menyampaikan hubungan antara usaha, interaksi manusia, kemenangan, dan kekalahan.

Puisi ini mengajarkan bahwa dalam kehidupan, usaha dan pertaruhan sering disertai kelelahan, interaksi, dan dinamika yang tak terhindarkan, dan bahwa kekalahan maupun kemenangan sama-sama menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan hidup.

Lazuardi Adi Sage
Puisi: Bola yang Dilambungkan
Karya: Lazuardi Adi Sage

Biodata Lazuardi Adi Sage:
  • Lazuardi Adi Sage (biasa dipanggil Laz) lahir pada tanggal 28 November 1957 di Medan, Sumatera Utara.
  • Lazuardi Adi Sage meninggal dunia pada tanggal 19 Oktober 2007.
© Sepenuhnya. All rights reserved.