Puisi: Geram (Karya Toeti Heraty)

Puisi "Geram" karya Toeti Heraty menciptakan atmosfer kegeraman dan ketegangan yang dirangkum dengan indah melalui pemilihan kata dan gaya bahasa ....
Geram

gumpalan padat, suatu
        kedongkolan tersangkut ditelan
        kegeraman mencekik pikir
pikir lapang melegakan
        tiada kuasa ini kali
        terhimpit lingkaran-lingkaran
        mengetam

kasih tersembilu dan doa membeku
memekat, menghamil dendam

Sumber: Sajak-Sajak 33 (1973)

Analisis Puisi:

Puisi "Geram" karya Toeti Heraty adalah sebuah karya pendek yang penuh dengan ketegangan dan emosi yang kuat. Dengan penggunaan bahasa yang sederhana namun padat, puisi ini merangkum perasaan geram, ketidakpuasan, dan kemarahan.

Gumpalan Padat: Puisi dibuka dengan gambaran "gumpalan padat," suatu deskripsi yang mungkin menggambarkan ketegangan yang terkumpul atau perasaan yang terjebak. Kata-kata ini dapat mencerminkan beban emosional yang menumpuk dan menciptakan suatu bentuk kegeraman.

Kedongkolan dan Kedongkolan: Kata "kedongkolan" yang muncul dalam puisi mungkin mengekspresikan rasa kesal dan penolakan. Terlebih lagi, pengulangan kata ini menegaskan perasaan kegeraman yang semakin mendalam dan terasa melekat.

Pikir Lapang yang Melegakan: Meskipun ada kegeraman, penulis menunjukkan adanya momen pikir yang lapang yang melegakan. Ini mungkin merujuk pada pemahaman atau pengertian tertentu yang memberikan sedikit kelegaan di tengah kegeraman.

Tiada Kuasa Ini Kali: Ungkapan "tiada kuasa ini kali" mengekspresikan ketidakberdayaan atau kehilangan kendali. Hal ini dapat mencerminkan situasi atau perasaan yang begitu intens sehingga sulit untuk diatasi.

Terhimpit Lingkaran-Lingkaran Mengetam: Metafora "terhimpit lingkaran-lingkaran mengetam" memberikan gambaran ketegangan yang semakin meningkat. Lingkaran-lingkaran yang mengetam mungkin mencerminkan suatu bentuk tekanan yang konstan dan menekan.

Kasih Tersembilu dan Doa Membeku: Kombinasi antara "kasih tersembilu" dan "doa membeku" menciptakan gambaran perasaan yang tajam dan pembekuan emosi. Ada kemungkinan bahwa kegeraman ini berasal dari pengalaman pahit dalam hubungan atau situasi tertentu.

Penggunaan Bahasa Padat: Toeti Heraty menggunakan bahasa yang padat namun kuat untuk menyampaikan emosi dan pemikirannya. Gaya bahasa yang simpel tetapi efektif menunjukkan keahlian penulis dalam mengemas makna yang dalam dalam kata-kata yang singkat.

Puisi "Geram" adalah karya yang menciptakan atmosfer kegeraman dan ketegangan yang dirangkum dengan indah melalui pemilihan kata dan gaya bahasa yang efektif. Meskipun singkat, puisi ini mampu menggambarkan suatu keadaan emosional yang kuat dan meresap.

Puisi Toeti Heraty
Puisi: Geram
Karya: Toeti Heraty

Biodata Toeti Heraty:
  • Toeti Heraty lahir pada tanggal 27 November 1933 di Bandung.
  • Toeti Heraty meninggal dunia pada tanggal 13 Juni 2021 (pada usia 87) di Jakarta.
© Sepenuhnya. All rights reserved.