Puisi Tentang Dendam

Puisi: Debu (Karya Hamid Jabbar)

Debu jatuh ke dalam dan hinggap di hatimu demikian lekat menghitam dan kemudian berkembang jadi dendam pekat : membunuhmu! …

Puisi: Tamu (Karya Ajip Rosidi)

Tamu Kau yang menjenguk ke dalam relung hatiku Meninggalkan jejak menjadi saksi. Sejarah, pahatan batu. Dari dendam yang rindu. Tak …

Puisi: Geram (Karya Toeti Heraty)

Geram gumpalan padat, suatu         kedongkolan tersangkut ditelan         kegeraman mencekik pikir pikir lapang melegakan         tiada kuasa ini ka…

Puisi: Kusaksikan Manusia (Karya Ajip Rosidi)

Kusaksikan Manusia Kusaksikan manusia dendam-mendendam Kudengar denyut ketakutan mengejar siang dan malam Kuyakinkan mereka…

Puisi: Dendam (Karya Umbu Landu Paranggi)

Dendam kehadirannya di dada-dada kehidupan buat lenyapnya kemungkinan ketenangan adalah racun yang berbisa Sumber: Majalah Mimbar Indonesia (21 Mei 1…

Puisi: Sungaiku Sarat Beban (Karya Diah Hadaning)

Sungaiku Sarat Beban Yang sebening kaca saat diciptakan yang menyemai segala mula kehidupan yang hadirkan n…

Puisi: Mengutuk Masa Lalu (Karya Raedu Basha)

Mengutuk Masa Lalu Dan meledak semua ingatan-ingatan yang mengapi selama ini sumbu-sumbu menyala di tiap angka zaman kobarannya membakar segal…

Puisi: Pesan Uang (Karya Joko Pinurbo)

Pesan Uang Ketika aku akan merantau buat cari penghidupan, uang berpesan: "Hiduplah hemat, jangan royal,…

Puisi: Tidurlah Intan (Karya W.S. Rendra)

Tidurlah Intan Si gadis menyanyi "Tidurlah Intan" dan padanya ada yang ditimang di pangkuan. "Burung yang manis jangan tualang …

Puisi: Dendam (Karya Chairil Anwar)

Dendam Berdiri tersentak Dari mimpi aku bengis dielak Aku tegak Bulan bersinar sedikit tak nampak Tangan meraba ke bawah bantalku …

Puisi: Seperti Apa Terbebas dari Dendam Derita? (Karya Joko Pinurbo)

Seperti Apa Terbebas dari Dendam Derita? Seperti apa terbebas dari dendam derita? Seperti pisau yang dicabut pelan-pelan dari cengkeraman lu…

Puisi: Dendam (Karya Aldian Aripin)

Dendam Perhitungan-perhitungan yang salah menyayat hatiku luka parah. 'Ku hela nafas dalam-dalam rinduku tambah dalam membenam. Ja…

Puisi: Batu Hitam (Karya W.S. Rendra)

Batu Hitam Batu hitam di kali berdiri tanpa mimpi arus merintih oleh anak tak berhati. Betapa tegar tanpa rindu dan damba. Betapa…

Puisi: Dendam (Karya Sapardi Djoko Damono)

Dendam dendam berbatu-batu menikung menikung lagi ke arah-Mu seperti pasti Engkau menunggu langit yang mendengarkan dengan cermat kata yang diucapkan…

Puisi: Jalan Menuju Angin (Karya Kriapur)

Jalan Menuju Angin Kuremuk susunan malam yang kering-lalu kutempuh jalan menuju angin apakah kau percaya pada keasingan hutan tahun-…

Puisi: Potret Diri (Karya Ajip Rosidi)

Potret Diri Begitu ia melirik arah kota Jakarta cintanya menyanyi sepanjang malam dikandungnya dosa pada mata dendamkan hari berbuahkan warn…
© Sepenuhnya. All rights reserved.