Puisi: Ironi (Karya Kamilia Salsabila)

Puisi “Ironi” karya Kamilia Salsabila bercerita tentang perilaku manusia yang dengan mudah berkata lembut dan sopan kepada orang asing atas nama ...

Ironi

Atas nama keramahan, mereka dengan mudahnya berkata lembut kepada orang asing
Atas nama kemuliaan, mereka dengan mudahnya berlaku sopan kepada orang asing
Namun, atas nama keakraban, mereka dengan mudahnya menyepelekan perasaan orang terdekat
Sungguh ironi, bukan?
Kadang manusia sibuk memedulikan orang terluar dan lupa siapa orang yang berada di sisinya

Banjarmasin, 28 Februari 2026

Analisis Puisi:

Puisi “Ironi” karya Kamilia Salsabila merupakan sajak singkat namun tajam yang mengangkat persoalan sikap manusia dalam hubungan sosial. Dengan bahasa lugas dan langsung, puisi ini menyentil kebiasaan manusia yang sering kali lebih ramah kepada orang asing dibanding kepada orang terdekat.

Tema

Tema utama puisi ini adalah ironi dalam hubungan sosial manusia. Secara khusus, puisi ini menyoroti ketidakseimbangan sikap antara keramahan kepada orang luar dan perlakuan terhadap orang terdekat.

Puisi ini bercerita tentang perilaku manusia yang dengan mudah berkata lembut dan sopan kepada orang asing atas nama keramahan dan kemuliaan. Namun, ketika berhadapan dengan orang terdekat—keluarga, sahabat, atau pasangan—mereka justru menyepelekan perasaan.

Pada bagian akhir, muncul pertanyaan retoris: “Sungguh ironi, bukan?” yang menegaskan kejanggalan tersebut. Penyair kemudian menyimpulkan bahwa manusia sering sibuk memedulikan orang luar dan melupakan orang yang selalu ada di sisinya.

Makna Tersirat

Makna Tersirat puisi ini adalah kritik moral terhadap sikap manusia yang lebih menjaga citra di hadapan orang asing daripada memelihara hubungan dengan orang terdekat.

Frasa “atas nama keramahan” dan “atas nama kemuliaan” menyiratkan bahwa sikap baik tersebut kadang hanya menjadi topeng sosial. Sementara “atas nama keakraban” justru dijadikan alasan untuk bersikap semena-mena.

Puisi ini mengajak pembaca merefleksikan kembali nilai ketulusan dalam berinteraksi.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa sindiran halus namun tegas. Ada nuansa reflektif sekaligus kritis. Meskipun tidak emosional secara berlebihan, puisi ini menyampaikan keprihatinan yang mendalam terhadap perilaku manusia.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat / pesan yang disampaikan puisi ini adalah agar manusia lebih menghargai dan menjaga perasaan orang-orang terdekat. Keramahan sejati bukan hanya ditunjukkan kepada orang asing, tetapi juga—bahkan terutama—kepada mereka yang selalu ada di sekitar kita. Puisi ini mengingatkan bahwa keakraban bukan alasan untuk melukai atau menyepelekan.

Puisi “Ironi” karya Kamilia Salsabila menyampaikan kritik sosial yang relevan dengan kehidupan modern. Dengan bahasa sederhana dan langsung, penyair menyoroti kebiasaan manusia yang sering kali lebih peduli pada penilaian orang luar dibanding menjaga hati orang terdekat.

Puisi ini menjadi pengingat bahwa ketulusan dan penghargaan sejati seharusnya dimulai dari orang-orang yang paling dekat dengan kita.

Kamilia Salsabila
Puisi: Ironi
Karya: Kamilia Salsabila

Biodata Kamilia Salsabila:
  • Kamilia Salsabila, lahir pada tahun 2002, mulai tertarik menulis puisi semenjak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.
© Sepenuhnya. All rights reserved.