Kota M
Masih setenang dulu
kota lama dan taman raja-raja
Apakah karena wali dan serambi tanah suci
dan pegunungan dan hujan memberi berkah
dan mengalirkan sungaimu ke muara
Di baratnya rumahku, hidupku
tempias anugerah
tapi maafkan gusti
Kami lupa berterima kasih kepadamu
1984
Sumber: Percakapan Malam (1997)
Analisis Puisi:
Tema utama puisi "Kota M" adalah kenangan, rasa syukur, dan hubungan manusia dengan alam serta spiritualitas. Puisi ini menekankan hubungan antara manusia dengan kota lama, sejarah, dan keberkahan alam, serta refleksi atas sikap manusia yang sering lupa untuk bersyukur terhadap nikmat yang diberikan.
Puisi ini menekankan pentingnya kesadaran spiritual dan rasa syukur. Hijaz Yamani ingin menyampaikan bahwa:
- Keindahan alam dan sejarah kota merupakan berkah yang patut dihargai.
- Kehidupan manusia sering terbawa kesibukan hingga lupa mengakui dan menghargai nikmat yang diterima.
- Kota, sejarah, dan alam bukan hanya sekadar tempat, tetapi juga simbol hubungan manusia dengan Tuhan dan warisan spiritual.
Puisi ini mengingatkan pembaca untuk merenung tentang rasa syukur dan keterhubungan manusia dengan lingkungannya.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Pesan yang dapat diambil dari puisi ini adalah pentingnya menghargai sejarah, alam, dan kehidupan, serta tidak melupakan rasa syukur atas berkah yang diterima. Hijaz Yamani mengingatkan pembaca bahwa keindahan dan keberkahan ada di sekitar kita, namun manusia sering lalai untuk menyadari dan menghargainya.
Puisi "Kota M" karya Hijaz Yamani adalah puisi yang reflektif, damai, dan penuh penghargaan terhadap alam serta sejarah.
