Puisi: Nyanyian Monica (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Puisi “Nyanyian Monica” karya Dorothea Rosa Herliany menghadirkan suara sunyi seorang perempuan dalam ruang yang dingin dan terkurung.
Nyanyian Monica

Alangkah dingin nafas yang mengabur pada kaca
jendela. sepanjang apa jari-jarimu mengukur
angka-angka usia yang terpatah?

alangkah dingin. Monica berlari, dan terbang
dan membanting jendela. dan mengaduh sendirian
-alangkah dingin wajah yang mengabur
di kaca jendela.

Monica melepas harum lembar demi lembar nafasnya
melepas, dan menempurukkannya di luar pintu kaca
lalu mengental pada warna gelap di luar ruang.

1987

Sumber: Matahari yang Mengalir (1990)
Catatan:
Puisi ini pernah dimuat di majalah Horison edisi Maret, 1989.

Analisis Puisi:

Puisi “Nyanyian Monica” karya Dorothea Rosa Herliany adalah sajak yang pekat oleh suasana dingin, kesepian, dan kegelisahan batin. Dengan bahasa yang intens dan repetitif, Dorothea Rosa Herliany menghadirkan sosok “Monica” sebagai figur yang terkurung dalam ruang—baik secara fisik maupun emosional. Kaca jendela, napas yang mengabur, dan warna gelap menjadi simbol keterasingan serta rapuhnya usia dan identitas.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kesepian dan keterasingan dalam menghadapi waktu dan usia. Puisi ini menyinggung tentang dingin—baik secara harfiah maupun metaforis—yang menyelimuti tubuh dan jiwa. Ada juga tema tentang kegelisahan perempuan, kesadaran akan waktu yang terus berjalan, serta usaha untuk keluar dari ruang batin yang menyesakkan.

Puisi ini bercerita tentang seorang tokoh bernama Monica yang berada dalam suasana dingin dan sunyi. Napasnya mengabur di kaca jendela, menandakan ruang tertutup dan suhu yang rendah. Ia mengukur “angka-angka usia yang terpatah”—sebuah metafora tentang umur yang terasa retak, mungkin penuh luka atau penyesalan.

Monica digambarkan berlari, terbang, bahkan membanting jendela. Namun semua itu terjadi dalam kesendirian. Ia mengaduh sendirian. Repetisi “alangkah dingin” menegaskan kondisi emosional yang membeku.

Di bagian akhir, Monica “melepas harum lembar demi lembar nafasnya” dan menempurukkannya di luar pintu kaca. Nafas itu mengental pada warna gelap di luar ruang. Seolah-olah dirinya larut dalam kegelapan, atau justru melepaskan diri ke ruang luar yang tidak pasti.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini berkaitan dengan:
  • Dingin sebagai metafora kesepian dan keterasingan. Dingin bukan hanya suhu, tetapi kondisi batin yang terasing.
  • Kaca jendela sebagai batas antara diri dan dunia. Monica berada di dalam, dunia berada di luar. Ada jarak yang tak mudah ditembus.
  • Usia yang terpatah. Bisa dimaknai sebagai trauma, kekecewaan, atau fase hidup yang terhenti.
  • Pelepasan napas. Mengisyaratkan usaha melepaskan beban batin, atau bahkan simbol kelelahan hidup.
Puisi ini menyiratkan pergulatan identitas dan eksistensi, terutama dalam konteks perempuan yang berhadapan dengan waktu dan kesunyian.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa:
  • Dingin.
  • Sepi.
  • Muram.
  • Gelisah.
  • Intens secara emosional.
Repetisi kata “alangkah dingin” membangun atmosfer yang konsisten dan menekan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Secara implisit, Amanat / pesan yang disampaikan puisi ini dapat ditafsirkan sebagai:
  • Kesepian adalah pengalaman yang nyata dan personal.
  • Waktu dan usia dapat menghadirkan kegelisahan jika tidak dihadapi dengan penerimaan.
  • Ada batas antara diri dan dunia yang harus disadari, tetapi juga bisa dilampaui.
Puisi ini tidak memberikan solusi langsung, tetapi mengajak pembaca untuk merenungkan ruang-ruang sunyi dalam diri sendiri.

Puisi “Nyanyian Monica” adalah puisi yang menghadirkan suara sunyi seorang perempuan dalam ruang yang dingin dan terkurung. Melalui citraan kaca, napas, dan kegelapan, Dorothea Rosa Herliany membangun potret batin yang rapuh namun kuat secara ekspresi.

Puisi ini bukan sekadar tentang dingin secara fisik, tetapi tentang dingin yang meresap ke dalam jiwa—tentang usia, kesepian, dan usaha melepaskan diri dari ruang batin yang menyesakkan.

Dorothea Rosa Herliany
Puisi: Nyanyian Monica
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Biodata Dorothea Rosa Herliany:
  • Dorothea Rosa Herliany lahir pada tanggal 20 Oktober 1963 di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Ia adalah seorang penulis (puisi, cerita pendek, esai, dan novel) yang produktif.
  • Dorothea sudah menulis sejak tahun 1985 dan mengirim tulisannya ke berbagai majalah dan surat kabar, antaranya: Horison, Basis, Kompas, Media Indonesia, Sarinah, Suara Pembaharuan, Mutiara, Citra Yogya, Dewan Sastra (Malaysia), Kalam, Republika, Pelita, Pikiran Rakyat, Surabaya Post, Jawa Pos, dan lain sebagainya.
© Sepenuhnya. All rights reserved.