Pengertian
isyarat sesat tak mewujudkan manfaat
disodorkan olehnya asbak penuh meluap
bagi yang tidak merokok berlingkar asap
isyarat keliru dan nyaris tertangkap
gelak kutahan (tak dapat tidak)
betapa ramah puntung disajikan
betapa mesra —
mesra? tentu saja!
bukankah isyarat dinilai maksudnya?
saling menyodorkan kekhilafan dewasa
seandainya, manusia lebih saksama
apa yang tinggal!
kepingan laku yang hilang makna —
Analisis Puisi:
Puisi "Pengertian" karya Toeti Heraty adalah sebuah karya sastra yang mengangkat tema pengertian, penilaian, dan pandangan yang relatif dalam kehidupan. Melalui penggambaran objek sederhana seperti puntung rokok dan isyarat, penyair membahas tentang betapa subjektifnya makna dan penilaian dalam komunikasi dan interaksi manusia.
Penggambaran Objek Sederhana: Penyair menggunakan objek sederhana, yaitu asbak penuh puntung rokok, sebagai metafora untuk menyajikan isyarat dan tindakan yang ambigu dalam kehidupan. Asbak yang penuh meluap dan dipenuhi asap menjadi gambaran konkrit tentang tindakan yang mungkin terlihat meriah atau ramah, namun pada akhirnya hanya menghasilkan "kepingan laku yang hilang makna."
Isyarat yang Tertangkap dan Keliru: Puisi ini berbicara tentang isyarat atau tanda yang sering disampaikan dalam interaksi sosial. Isyarat yang keliru dapat menghasilkan pemahaman yang salah atau tidak sesuai. Meskipun penyair tidak secara langsung menyebutkan jenis isyarat yang dimaksud, hal ini dapat diasosiasikan dengan komunikasi verbal dan nonverbal dalam kehidupan sehari-hari.
Relativitas Pengertian: Puisi ini menggambarkan betapa pengertian dan penilaian dalam hidup seringkali bersifat relatif dan tergantung pada sudut pandang masing-masing individu. Pengertian yang dianggap benar oleh satu orang belum tentu dianggap sama oleh orang lain. Hal ini ditegaskan dengan penyebutan "isyarat sesat" dan "isyarat keliru."
Ironi dan Kritik Tersembunyi: Meskipun puisi ini ditulis dengan gaya sederhana dan bahasa yang lugas, terdapat unsur ironi dan kritik tersembunyi terhadap ketidakcermatan manusia dalam menginterpretasi tindakan dan isyarat. Bahkan, penyair menunjukkan bahwa seandainya manusia lebih saksama dalam pengamatan, mereka akan lebih menyadari kebingungan dan kerancuan dalam interaksi mereka.
Kehilangan Makna: Puisi ini berakhir dengan pernyataan bahwa tindakan dan isyarat yang disajikan sering kali kehilangan makna yang sebenarnya. Penggunaan istilah "kepingan laku yang hilang makna" menggambarkan bahwa interaksi dan komunikasi manusia seringkali hanya menjadi fragmentasi yang tidak memberikan pemahaman yang utuh dan bermakna.
Puisi "Pengertian" karya Toeti Heraty membawa pembaca ke refleksi tentang kompleksitas komunikasi dan interpretasi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengambil contoh objek sederhana, penyair menyajikan pesan tentang betapa relatifnya pengertian dan penilaian dalam interaksi manusia, serta pentingnya kecermatan dan pemahaman yang lebih mendalam.
Karya: Toeti Heraty
Biodata Toeti Heraty:
- Toeti Heraty lahir pada tanggal 27 November 1933 di Bandung.
- Toeti Heraty meninggal dunia pada tanggal 13 Juni 2021 (pada usia 87) di Jakarta.