Penyanyi
kurapati dunia riuhmu
dunia gemuruh yang menyilaukan
kumasuki dunia gemerlapmu
di bawah suluhan ribuan lampu
kau berdiri di situ
melegarkan suaramu
bagai merak rimba
memperagakan kilau bulunya
di hadapanku pentas hidupmu
dipagari tangan menggapai
pada pentas itu sebuah tangga
kau perlahan-lahan menaikinya
dan berdiri di situ
mengisahkan lukamu
bagai sungai tua
merangkak dihimpit batu
kutinggalkan dunia gemerlapmu
dan kembali ke dunia senyapku
1987
Sumber: Horison (Desember, 1990)
Analisis Puisi:
Puisi “Penyanyi” menghadirkan kontras yang kuat antara dunia gemerlap panggung dan dunia sunyi batin. T. Alias Taib membangun gambaran tentang seorang penyanyi yang berdiri di bawah ribuan lampu, dikelilingi riuh penonton, namun menyimpan luka yang hanya tersirat melalui nyanyiannya.
Puisi ini tidak hanya berbicara tentang profesi penyanyi, tetapi tentang manusia yang tampil di hadapan publik sambil memikul beban personal.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kontras antara gemerlap dunia luar dan luka batin yang tersembunyi. Selain itu, puisi ini juga memuat tema:
- Kehidupan publik dan kesepian pribadi.
- Kepura-puraan dan kejujuran emosi.
- Popularitas dan penderitaan.
- Jarak antara penonton dan pelaku seni.
Secara umum, puisi ini bercerita tentang seseorang yang memasuki dunia gemerlap seorang penyanyi. Dunia itu digambarkan penuh cahaya dan riuh:
“dunia gemuruh yang menyilaukan”“di bawah suluhan ribuan lampu”
Sang penyanyi berdiri di atas panggung, melegarkan suaranya “bagai merak rimba memperagakan kilau bulunya.” Ia tampil memukau, penuh pesona.
Namun, pada bagian berikutnya, suasana berubah. Penyanyi itu perlahan menaiki tangga dan “mengisahkan lukamu.” Suaranya diibaratkan seperti “sungai tua merangkak dihimpit batu.” Ada rasa berat, ada penderitaan yang tersembunyi di balik penampilan megah.
Pada akhirnya, penyair memilih meninggalkan dunia gemerlap itu dan kembali ke “dunia senyapku.” Penutup ini menegaskan jarak antara dua dunia: dunia panggung dan dunia pribadi.
Makna Tersirat
Puisi ini cukup dalam dan reflektif.
- Gemerlap dan popularitas sering kali menutupi luka pribadi.
- Apa yang tampak indah di luar belum tentu seindah di dalam.
- Panggung adalah metafora kehidupan, tempat manusia memperagakan perannya.
- Dunia riuh bisa terasa asing bagi jiwa yang lebih menyukai kesunyian.
Puisi ini juga bisa dimaknai sebagai kritik terhadap budaya popularitas yang menyanjung penampilan tanpa memahami pergulatan batin di baliknya.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini terbagi menjadi dua bagian:
- Riuh dan gemerlap pada bagian awal — penuh cahaya, sorak, dan kekaguman.
- Sendu dan reflektif pada bagian tengah hingga akhir — ketika luka dan kesunyian terungkap.
Kontras suasana ini menjadi kekuatan utama puisi.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat yang dapat ditarik dari puisi ini antara lain:
- Jangan menilai seseorang hanya dari penampilannya.
- Setiap manusia menyimpan luka yang mungkin tak terlihat.
- Dunia gemerlap tidak selalu membawa kebahagiaan sejati.
- Kesunyian kadang lebih jujur daripada keramaian.
Puisi ini mengajak pembaca untuk lebih peka terhadap sisi batin manusia di balik sorotan publik.
Puisi “Penyanyi” karya T. Alias Taib adalah refleksi puitis tentang gemerlap panggung dan luka batin yang tersembunyi. Melalui gambaran penyanyi yang memukau sekaligus terluka, penyair menunjukkan bahwa kehidupan publik tidak selalu sejalan dengan kebahagiaan pribadi.
Puisi ini menegaskan pilihan: meninggalkan gemerlap yang mempesona dan kembali ke kesunyian yang lebih jujur. Sebuah renungan tentang arti tampil, arti luka, dan arti menjadi manusia di tengah sorotan dunia.
Karya: T. Alias Taib
Biodata T. Alias Taib:
- T. Alias Taib lahir pada tanggal 20 Februari 1943 di Kuala Terengganu, Malaysia. Ia mulai menulis puisi dan cerpen pada tahun 1960.
- T. Alias Taib meninggal dunia pada tanggal 17 Agustus 2004 di Kuala Lumpur, Malaysia.
