Puisi: Orang-Orang Pendulang (Karya Ahmad Fahrawi) Orang-Orang Pendulang Dipukau kilau batu berangkatlah orang-orang pendulang Nun ke galau pedalaman ke pendulangan yang memendam rahasia batu Berangka…
Puisi: Kampuchea, Sungai Malam (Karya Abrar Yusra) Kampuchea: Sungai Malam Tusuk letusan berasap amis mayat-mayat mengigau mengigau-igau menyusupi daging-daging panas sedihku! Kutuk perang mem…
Puisi: Misa (Karya Rita Oetoro) Misa di ujung kembara — kuketuk pintu rumahmu aku lapar — kau beri aku makan aku dahaga — kau beri aku minum hanya — dalam diam dan percaya, diriku k…
Puisi: Alamak (Karya Sri Hartati) Alamak Mereka yang kini tidak dicampak karena sudah camkan di otak bila tak mau jadi lantak turuti saja semua kehendak patahkan hasrat b…
Puisi: Noblesse Oblige (Karya Rita Oetoro) Noblesse Oblige menara-menara gading serta atap kristal yang menaungi kita selama ini ternyata semu, sebelum kita hitung – jejak-jejak langkah di ter…
Puisi: Samadi (Karya Rita Oetoro) Samadi segala nestapa dan duri-duri dalam hati yang tidak kita mengerti mengapa ada di sini — mengapa harus terjadi? bahwa manusia tidak berkuasa unt…
Puisi: Nuansa (Karya Rita Oetoro) Nuansa sebab sebenarnya — pisau sang waktu — telah dalam terhunjam sebab sebenarnya — aku cinta padamu — aku cinta padamu sebab sebenarnya — kau dan …
Puisi: Kota yang Bersiul (Karya Ariffin Noor Hasby) Kota yang Bersiul kota yang bersiul di malam hari itu mengingatkanku pada rimba kenangan tanah leluhur yang memikul gemuruh peradaban bayang-bayang r…
Puisi: Pepohonan Kediaman (Karya YS Agus Suseno) Pepohonan Kediaman Di ketinggian antena itu bulan pecah pohon-pohon berdarah Manusia membusuk oleh cuaca buruk yang meninggalkan jejak di tanah. Sepe…
Puisi: Aku Baca Lembaran-Lembaran Koran (Karya Isbedy Stiawan ZS) Aku Baca Lembaran-Lembaran Koran (Satu Amsal) aku baca lembaran-lembaran koran. dan pada setiap kolom kusimak dunia yang terluka oleh …
Puisi: Lepaskan Burung-Burung (Karya Abrar Yusra) Lepaskan Burung-Burung Kata-kata, hangatnya burung hidup di genggaman, lepaskan, lepaskan burung hidup di genggaman tanganmu: Lepaska…
Puisi: Legenda Jembatan Jahanam (Karya Iman Budhi Santosa) Legenda Jembatan Jahanam Ada pesta di kolong jembatan itu. Kendang rebana, suara-suara maya muncul dari karat pilar tuanya. Rumpun bambu, batu-batu m…
Puisi: Banjarmasih (Karya Hijaz Yamani) Banjarmasih - kepada Pendiri Kota ingin rasanya aku kau bangkit dari bumi abad ini wahai putra yang pernah terbuang dijemput Masih pengharapan pertam…