1987

Puisi: Pengantin (Karya T. Alias Taib)

Pengantin Mahkota kesayangannya diserahkan. Di dalam kelambu itu, bermulalah adegan dari babak berduri yang ditakuti tetapi diingini. Di atas tilam i…

Puisi: Gunungbatu (Karya Wiji Thukul)

Gunungbatu gunungbatu desa yang melahirkan laki-laki kuli-kuli perkebunan seharian memikul kerja setiap pagi makin bungkuk dijaga mandor dan traktor …

Puisi: Orkestra Burung Lepas (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Orkestra Burung Lepas Sangkar pun terbuka. sunyi di dalam (hanya selembar surat luka pada bulu-bulu yang puca…

Puisi: Talqin (Karya Abrar Yusra)

Talqin         Makhluk ganjil masa depan itu terkapar sekarat mengerami samar kilau fatamorgana ruang batinku yang hangus di gurun, disesah panas ber…

Puisi: Sajak kepada Bung Dadi (Karya Wiji Thukul)

Sajak kepada Bung Dadi ini tanahmu juga rumah-rumah yang berdesakan manusia dan nestapa kampung halaman gadis-gadis muda …

Puisi: Guruku (Karya Mustofa Bisri)

Guruku Ketika aku kecil dan menjadi muridnya Dialah di mataku orang terbesar dan terpintar Ketika aku besar dan menjadi pinta…

Puisi: Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana? (Karya Mustofa Bisri)

Kau Ini Bagaimana Atau  Aku Harus Bagaimana? Kau ini bagaimana? Kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya. Kau suruh aku berpik…

Puisi: Sajak Alif (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Sajak Alif Kau tulis kearifan pada alif huruf pertama panggilan-Mu gerbang terdepan ke taman hatiku ketik…

Puisi: Prosa Kematian Bahasa (Karya Soni Farid Maulana)

Prosa Kematian Bahasa — untuk Rendra Ke mana harus menyingkir Dari kepungan ketakutan demi ketakutan Yang kerap mengincar diriku? Di kegelapan, darah…

Puisi: Postscript (Karya Rita Oetoro)

Postscript jangan sadarkan aku — dari lelap mimpi jangan hadapkan aku — pada sebuah janji let's be lovers — till the end of time — till the end o…

Puisi: Zikir (Karya Tri Astoto Kodarie)

Zikir tuhan, beri aku langkah agar dapat kukejar bayang-Mu yang memintas semesta tuhan, beri aku kenyang sepiring nasi dan ikan kering penawar kegeli…

Puisi: Sebuah Potret Dunia Ketiga (Karya Soni Farid Maulana)

Sebuah Potret Dunia Ketiga Benar. Pemandangan di sini cukup mendebarkan yang dulu menenangkan pikiran dan perasaan, kini memusingkan kepala; bagai ul…

Puisi: Memandang Jakarta (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Memandang Jakarta ada yang lebih berarti dari sekuntum bunga yang tergeletak di tepi jalan. atau seekor burung yang hinggap di atap rumah. ada yang l…

Puisi: Bunyi (Karya T. Alias Taib)

Bunyi bagaimana dapat kukeluar dari mulut pagi riuh dari raung singi lapar ini? fajar tersentak bagai gonggok dengan kicau kanak-kanak tersepit dalam…

Puisi: Kapal di Pelabuhan (Karya Linus Suryadi AG)

Kapal di Pelabuhan Bertambatan kapal-kapal di pelabuhan Buang sauh. Bongkar barang muatan Dan para kelasi bo…
© Sepenuhnya. All rights reserved.