Puisi: Solitude (Karya Dorothea Rosa Herliany) Solitude (kepada BS) rupanya terlalu singkat kutebak luka pada kaca di balik gorden: wajah yang selalu diulang…
Puisi: Jendela (Karya Idrus Tintin) Jendela Sepuluh ribu kali selamat pagi Sepuluh ribu kali selamat malam Kicau murai, fajar dan embun Uap asin dari laut yang jauh Bancuhan ketawa …
Puisi: Siantan (Karya Idrus Tintin) Siantan 1942 Kapal besi di sela gunung gelombang Laut Cina Selatan. Di anjungan Nakhoda berkacak pinggang Tubuhnya dari tembaga bersimbah asin pengal…
Puisi: Monolog Malam (Karya Ook Nugroho) Monolog Malam Malam-malam sepi seperti ini Biasanya kau kembali lagi Pada sosokmu yang asli Pejalan sunyi di gurun-gurun waktu Sendirian dan tanpa ha…
Puisi: Kuliah (Karya Karno Kartadibrata) Kuliah (1) Lisa, ayo naik sebentar ke bukit kita kuliah jam tiga Mata kuliah apa? Botani Di mana Idah dan Yayu? Kemarin pulang ke Sumedang Di sana ce…
Puisi: Perahu Layar Lewat Jauhan (Karya Tri Astoto Kodarie) Perahu Layar Lewat Jauhan angin yang basah di pagi mendung gulungan ombak-ombak di fatamorgana terayun-ayun nelayan di tengah nasibnya menunggu matah…
Puisi: Doa (Karya Bakdi Soemanto) Doa Tuhan. Beri aku kekuatan Menguasai diri sendiri, kesunyian dan keserakahan. Beri aku petunjuk selalu untuk memilih jalan-M…
Puisi: Kota Asing (Karya Dorothea Rosa Herliany) Kota Asing Kutempuh perjalanan menembus hutan-hutan kabut. kutempuh perjalanan melewati ganggang. tak selet…
Puisi: Lonceng Tinju (Karya Taufiq Ismail) Lonceng Tinju Setiap kali lonceng berkleneng Tanda putaran dimulai Setiap kali mereka bangkit Dan mengepalkan tinju Setiap teriakan hist…
Puisi: Keberangkatan (Karya Dorothea Rosa Herliany) Keberangkatan Sebab waktu pun tambah tua, dan Kalender di dinding tinggal ke lantai Aku harus berangkat. Seandainya ada Yang harus kuucap…
Puisi: Melancholia (Karya Acep Zamzam Noor) Melancholia Sebuah gang membelah kegelapan malam yang pekat Ke sanalah kau akan berjalan sendirian Menjumpai nasibmu. Sebuah lentera nyaris …
Puisi: Angan (Karya Fikar W. Eda) Angan Bulan jatuh di pusaran Laut Tawar ku kejar tak dapat-dapat Takengon, 1987 S u mb e r: Rencong …
Puisi: Aku Menangis Bersama Rumput (Karya Acep Zamzam Noor) Aku Menangis Bersama Rumput Aku menangis bersama rumput Kelahiranku ditandai butiran embun Serta gerimis yang memandikanku Kemudian angin …