Sobat Serbatku
kesepian yang tak terelakkan itu
kiranya karena dihimpit oleh kerinduanku
kepada sobat lama di seberang belahan bumi
tempat aku dilahirkan bunda
meskipun dunia maya olahan komputer
memang bisa menyatukan seluruh belahan bumi
juga di mana saja aku berada
aku tetap diasyikkan oleh diri yang dari dalam
yang menderaku siang dan malam
dalam berpacu dengan butir-butir pasir waktu
yang sisanya makin berkurang dari hari ke hari
sementara laboratorium genetika para profesor botak
tak pula menampakkan tanda-tanda
akan berhasil mengungkap misteri tua
rahasia umur terbatas masih tak terkendalikan
menuanya tulang daging syaraf kita tetap tak terbendung
setiap hari kuumpati mereka
para penguasa negara kaya
karena mereka membendung para profesor botak
dalam usaha bereksperimen dengan stem-sel
membongkar bungkah-bungkah dongeng lama
mengusir kebodohan warisan dari nenekmoyang
dari muka bumi ini
negara-negara kaya asyik ma'syuk melahirkan senjata maut
dari selangkangan pilar-pilar gedung kekuasaan mereka
gairahku adalah gairah untuk hidup
gairah kesibukan dalam kebebasan sejati
memisahkan diriku dari mereka
yang memuja jalan peluru maut itu
kupilih tongkat gandhi
di belahan bumiku sekarang berada
masih juga kesepian tak terelakkan itu menghimpitku
: rinduku, rinduku,
wahai para sobat lama
dahagaku, dahagaku pada serbat di seberang!
Twinbrook di Tepi Rock Creek, Mei 2006
Analisis Puisi:
Puisi "Sobat Serbatku" karya Ikranagara menggambarkan perasaan kesepian yang dihadapi oleh penyair akibat rindu akan teman-teman lama dan kebebasan sejati dari pemikiran dan perbuatan negatif.
Kesepian dan Kerinduan: Penyair menggambarkan kesepian yang tak terelakkan karena rindu akan teman-teman lama yang berada di berbagai belahan bumi. Meskipun teknologi memungkinkan komunikasi melintasi jarak, tetapi kehadiran fisik teman-teman tersebut sangat dirindukan.
Keterbatasan Waktu dan Usia: Penyair merenungkan tentang keterbatasan waktu dan usia manusia. Meskipun ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat, manusia masih belum mampu mengatasi proses penuaan dan kematian yang tak terelakkan.
Kontras Antara Kesibukan dan Kebodohan: Puisi ini menggambarkan kontras antara kesibukan yang dikejar oleh para penguasa negara kaya dengan upaya untuk mengatasi masalah kemanusiaan seperti penuaan dan kematian. Para penguasa lebih memilih mengalokasikan sumber daya untuk senjata daripada untuk penelitian ilmiah yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia.
Pilihan Hidup: Penyair menegaskan bahwa pilihannya adalah hidup dengan gairah untuk kebebasan sejati dan perdamaian, bukan dengan cara kekerasan dan perang. Dia memilih mengikuti prinsip-prinsip Gandhi yang menekankan kekuatan non-kekerasan dan perdamaian.
Kehadiran Rindu: Meskipun penyair memilih hidup dengan prinsip-prinsip perdamaian, rindu akan teman-teman lama dan kebebasan sejati tetap menghantui. Dia merindukan teman-teman lamanya dan merindukan kebebasan untuk menjalani hidup yang bermakna dan penuh gairah.
Puisi "Sobat Serbatku" karya Ikranagara adalah refleksi tentang perasaan kesepian, rindu akan teman-teman lama, dan kebebasan sejati dalam menjalani hidup. Penyair menyoroti kontras antara kesibukan yang dikejar oleh para penguasa negara kaya dengan kebutuhan akan penelitian ilmiah untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Melalui puisi ini, pembaca diingatkan akan pentingnya memilih hidup dengan prinsip-prinsip perdamaian dan kebebasan, meskipun rindu akan teman-teman lama dan kebebasan sejati tetap ada.
Karya: Ikranagara
Biodata Ikranagara
- Ikranagara lahir pada tanggal 19 September 1943 di Loloan Barat, Jembrana, Bali.