Aku Masih Seperti yang Dulu
Terdahulu diskusi alot berempat
Terkini diskusi tetap alot bertiga
Tetap selalu menyenangkan dan senda gurau
Yang berbeda
Yang terdahulu, satu pergi tak mungkin kembali lagi
Yang terkini, satu pergi tapi untuk kembali lagi
Tetaplah tegar tak usah bersedih hati
Tak usah kau lara hati
Masih ada asa di sana terbentang
Masih ada mentari bersinar terang
Masih ada semangat yang masih tersisa
Ku tetap di sini, siap sedia membantu
Ide, gagasan dan pemikiranku
Tak usah sungkan dan malu
Ku masih tetap seperti yang dulu
14 Desember 2019
Analisis Puisi:
Puisi “Aku Masih Seperti yang Dulu” karya Riyanto merupakan sajak reflektif yang berbicara tentang perubahan situasi, kehilangan, dan keteguhan sikap. Dengan gaya bahasa lugas dan komunikatif, puisi ini menghadirkan suasana kebersamaan yang tetap terjaga meskipun waktu membawa perubahan dalam komposisi pertemanan.
Puisi ini menekankan kesinambungan komitmen dan loyalitas di tengah dinamika hidup.
Tema
Tema utama puisi ini adalah keteguhan dan loyalitas dalam persahabatan atau kebersamaan. Penyair menegaskan bahwa meskipun situasi berubah, prinsip dan komitmennya tetap sama. Tema lain yang muncul adalah harapan setelah kehilangan serta pentingnya menjaga semangat kolektif.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah bahwa perubahan adalah keniscayaan, tetapi nilai kebersamaan dan integritas pribadi harus tetap dijaga.
Ungkapan “satu pergi tak mungkin kembali lagi” menyiratkan kehilangan yang mendalam. Namun, penyair tidak tenggelam dalam kesedihan, melainkan mengajak untuk tetap melihat “asa” dan “mentari bersinar terang” sebagai simbol harapan.
Puisi ini juga mengandung makna tentang konsistensi identitas—bahwa diri seseorang tidak mudah goyah oleh perubahan eksternal.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini campuran antara haru dan optimistis. Ada nuansa kehilangan, tetapi lebih dominan semangat dan keteguhan. Nada puisi terasa suportif dan menguatkan, seperti seseorang yang memberi semangat kepada sahabatnya.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat puisi ini adalah agar tetap tegar menghadapi perubahan dan kehilangan. Kesedihan tidak perlu berlarut-larut karena harapan selalu ada. Puisi ini juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga komitmen, solidaritas, dan kesiapan membantu dalam kebersamaan.
Puisi “Aku Masih Seperti yang Dulu” karya Riyanto merupakan refleksi tentang perubahan, kehilangan, dan keteguhan hati. Puisi ini menghadirkan pesan penguatan. Melalui penegasan “Ku masih tetap seperti yang dulu”, penyair menegaskan identitas yang kokoh—bahwa di tengah waktu yang terus bergerak, integritas dan komitmen tetap dapat dijaga.
Karya: Riyanto
Biodata Riyanto:
- Riyanto lahir pada tanggal 19 September 1977 di Jakarta.