Puisi: Apakah yang akan Dilakukan oleh Seorang Laki-Laki (Karya F. Rahardi)

Puisi ini membangun serangkaian kemungkinan situasi—keluarga, agama, sosial, biologis, bahkan kosmik—untuk mempertanyakan hakikat pertemuan dua ...
Apakah yang akan Dilakukan oleh Seorang Laki-Laki
Bila Bertemu dengan Seorang Wanita

Kalau laki-laki itu seorang anak
dan perempuan itu ibunya
maka anak itu mungkin akan sungkem
sampai jidatnya menyentuh jempol kaki
ini sekadar sopan-santun dan bukannya
untuk melongok surga
yang konon terletak di telapak kaki ibu

Bagaimana kalau laki-laki itu Yesus
dan perempuannya Maria Magdalena
laki-laki itu akan bilang
“Bertobatlah dan hiduplah baik-baik
maka kerajaan surga akan terbuka lebar bagimu”.

Tapi kalau perempuan itu seorang
pramuria di panti pijat
dia akan cuek dengan ajaran Kristus
“Bodo amat dengan kerajaan surga
Kalau perut gue laper
mau apa lagi kalau kagak praktek
Cari kerjaan susah, pulang kampung
juga runyam”.

Laki-laki memang ditakdirkan
untuk menggauli perempuan
dan perempuan dikodratkan untuk
digauli laki-laki

Bagaimana kalau laki-laki bertemu
dengan seorang perempuan di planet
mars yang sunyi dan tanpa oksigen
dan pemandangannya serem
laki-laki itu akan memeluk perempuan
itu tanpa nafsu
mereka berdua akan bekerjasama
memanjat langit
bukan untuk mencapai surga tapi
untuk kembali ke dunia
di sana laki-laki bisa memeluk
perempuan dengan bernafsu
untuk menghasilkan keturunan atau
sekadar iseng sambil
menghirup oksigen sepuas mungkin

Laki-laki memang ditakdirkan bertemu
dengan perempuan dan perempuan
digariskan untuk ditemui laki-laki
apakah yang akan dilakukan
oleh seorang laki-laki kalau
bertemu dengan seorang perempuan
di sebuah rumah sakit yang
selalu sibuk selama 24 jam
penuh setiap hari
kalau laki-laki itu seorang pasien
dan perempuan itu dokter atau
perawat maka yang dilakukan
laki-laki itu adalah pasrah

“Zus, pegang dan peluklah rohku
kuat-kuat dengan selang infus
atau pisau bedah atau sinar laser
atau golok untuk menyunat
yang penting aku dapat segera
kembali ke dunia dan
menikmati kacang rebus
lari-lari pagi
menimang anak
dan bekerja keras”.

Kerja keras memang penting untuk
laki-laki juga perlu bagi perempuan
dan apa yang akan dilakukannya
kalau laki-laki itu bertemu
dengan perempuan di tempat kerja
dalam suasana keras, sibuk
dan sulit untuk bernapas
laki-laki itu mungkin akan
menantang dengan keras
“Mari kita membikin skandal
biar hidup jadi keringatan dan
meriah sebab kerja keras, kesibukan, uang,
kehormatan, nama baik
juga prestasi
telah membuat umur jadi
pendek dan keramaian itu
menjadi sangat sepi
hidup lalu tidak bermakna”.
hidup memang tidak cukup hanya
keluarga, lingkungan kerja
dan sahabat-sahabat

Kita juga perlu musuh-musuh
perlu setan-setan
perlu godaan
sebab neraka diciptakan
memang untuk dicemplungi
untuk diarungi.

Sumber: Pidato Akhir Tahun Seorang Germo (1997)

Analisis Puisi:

Puisi “Apakah yang akan Dilakukan oleh Seorang Laki-Laki Bila Bertemu dengan Seorang Wanita” karya F. Rahardi menghadirkan refleksi satiris tentang relasi laki-laki dan perempuan dalam berbagai konteks kehidupan. Dengan pendekatan naratif-argumentatif, puisi ini membangun serangkaian kemungkinan situasi—keluarga, agama, sosial, biologis, bahkan kosmik—untuk mempertanyakan hakikat pertemuan dua jenis kelamin tersebut.

Tema

Tema utama puisi ini adalah relasi laki-laki dan perempuan dalam dimensi kodrat, sosial, moral, dan eksistensial. Penyair tidak membatasi relasi itu pada cinta atau nafsu semata, melainkan membentangkannya dalam spektrum luas: hubungan anak–ibu, relasi religius, transaksi ekonomi, kebutuhan biologis, kerja profesional, hingga perjuangan hidup dan mati.

Tema besar lainnya adalah ironi kehidupan modern—bagaimana norma, moralitas, kebutuhan ekonomi, dan hasrat biologis saling bertabrakan.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini terletak pada kritik terhadap pandangan deterministik tentang kodrat laki-laki dan perempuan. Larik:

“Laki-laki memang ditakdirkan
untuk menggauli perempuan…”

dan pengulangannya kemudian bukan sekadar pernyataan biologis, tetapi ironi yang mempertanyakan reduksi relasi manusia menjadi sekadar hubungan seksual.

Selain itu, puisi ini menyiratkan:
  • Kritik terhadap moralitas yang sering kali tidak relevan bagi mereka yang terdesak kebutuhan ekonomi.
  • Sindiran terhadap kehidupan modern yang sibuk, penuh prestasi, tetapi kehilangan makna.
  • Gagasan bahwa manusia membutuhkan konflik, godaan, bahkan “musuh” untuk merasakan kebermaknaan hidup.
Dengan demikian, puisi ini bukan hanya soal gender, melainkan tentang eksistensi manusia secara umum.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini cenderung satiris, ironis, dan provokatif. Nada yang digunakan terasa lugas, bahkan vulgar di beberapa bagian, tetapi justru di situlah kekuatan kritik sosialnya.

Pada bagian rumah sakit, suasana berubah menjadi lebih pasrah dan reflektif. Sedangkan pada bagian tempat kerja, muncul nuansa pemberontakan dan kegelisahan eksistensial.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat ditangkap antara lain:
  • Relasi laki-laki dan perempuan tidak bisa direduksi menjadi satu makna tunggal.
  • Moralitas sering kali berhadapan dengan realitas sosial-ekonomi yang kompleks.
  • Kehidupan modern yang hanya berisi kerja keras, prestasi, dan kehormatan dapat menjadi hampa.
  • Manusia membutuhkan dinamika—tantangan, godaan, bahkan konflik—untuk merasakan makna hidup.
Puisi ini mengajak pembaca merenungkan kembali apa yang sebenarnya dicari manusia dalam relasi dan kehidupan.

Puisi karya F. Rahardi ini merupakan eksplorasi mendalam tentang hubungan laki-laki dan perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan. Dengan gaya yang lugas dan satiris, penyair mempertanyakan asumsi kodrati, norma moral, serta makna eksistensi manusia di tengah realitas sosial yang kompleks.

Pada akhirnya, pertanyaan dalam judul tidak benar-benar menuntut satu jawaban pasti. Justru melalui rangkaian kemungkinan itulah pembaca diajak menyadari bahwa tindakan manusia selalu kontekstual—dan makna hidup tidak pernah sesederhana yang dibayangkan.

F. Rahardi
Puisi: Apakah yang akan Dilakukan oleh Seorang Laki-Laki Bila Bertemu dengan Seorang Wanita
Karya: F. Rahardi

Biodata F. Rahardi:
  • F. Rahardi (Floribertus Rahardi) lahir pada tanggal 10 Juni 1950 di Ambarawa, Jawa Tengah.
© Sepenuhnya. All rights reserved.