Puisi: Buat Album Anak (Karya M. Balfas)

Puisi “Buat Album Anak” karya M. Balfas merupakan kritik reflektif terhadap hilangnya dunia kanak-kanak yang bebas dan alami akibat tekanan ...
Buat Album Anak

Aku tidak tahu
Apa masih ada juga tempat
bagi kau Pat.
Manusia-kapur dan batu
Ah, semua jadi pucat.
Kau yang mau mengembara
Masuk peti
dikirim dari satu ke lain tempat.
Rumah main di pinggir kali
pohon sawo yang mencoklat bumi
jalan yang mendaki
rumpun bambu
pelangi di balik bukit
angin - matahari
amis laut dan sampan nelayan.
Semua sama dan teriak sakit
juga terjepit dalam peti
kapur sama batu
tarip dan servis
Ah, semua jadi pucat.

15 Februari 1953

Sumber: Zenith (April, 1953)

Analisis Puisi:

Puisi “Buat Album Anak” karya M. Balfas menghadirkan refleksi tentang dunia anak, ingatan, dan pengalaman hidup yang dipersempit oleh modernitas. Melalui citraan alam yang kaya namun kemudian dipatahkan oleh kesan “pucat” dan “terjepit”, penyair menyampaikan kritik terhadap hilangnya kebebasan dan keaslian pengalaman manusia.

Tema

Tema puisi ini adalah nostalgia masa kanak-kanak, kehilangan kebebasan, dan kritik terhadap modernisasi yang membatasi ruang pengalaman manusia.

Puisi ini bercerita tentang ingatan terhadap dunia anak yang penuh alam, permainan, dan kebebasan, namun kemudian digantikan oleh dunia yang kaku, mekanis, dan serba terbungkus aturan serta “peti” yang membatasi gerak dan pengalaman.

Makna Tersirat

Puisi ini adalah kritik terhadap proses modernisasi dan komodifikasi kehidupan yang membuat pengalaman manusia menjadi seragam, kaku, dan kehilangan nilai emosionalnya. Gambaran “manusia-kapur dan batu” serta “semua jadi pucat” menunjukkan hilangnya vitalitas kehidupan. “Peti” dapat dimaknai sebagai simbol sistem, teknologi, atau struktur sosial yang membatasi kebebasan manusia sejak masa kecil hingga dewasa.

Puisi “Buat Album Anak” karya M. Balfas merupakan kritik reflektif terhadap hilangnya dunia kanak-kanak yang bebas dan alami akibat tekanan modernisasi dan sistem sosial yang membatasi. Dengan kontras antara keindahan alam dan kesan “pucat” yang menyelimutinya, puisi ini menegaskan bahwa ingatan dan pengalaman manusia sering kali terkurung dalam “peti” kehidupan modern yang seragam dan kaku.

M. Balfas
Puisi: Buat Album Anak
Karya: M. Balfas
    Biodata M. Balfas:
    • Nama lengkap Muhammad Balfas.
    • M. Balfas lahir di Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, 25 Desember 1922.
    • M. Balfas meninggal dunia di Jakarta, 5 Juni 1975 (pada umur 52 tahun).
    • M. Balfas termasuk dalam Angkatan '45.
    © Sepenuhnya. All rights reserved.