Puisi: Bunaken (Karya Remy Sylado)

Puisi “Bunaken” karya Remy Sylado adalah perpaduan antara keindahan alam dan kedalaman spiritual. mengajak pembaca untuk tidak hanya menikmati ...
Bunaken

Berhenti, kasih waktu pada sederet rasa
Mereka yang bilang ada Tuhan
atau mereka yang menyangkali Dia
sama-sama mengenal arti warna di sini
Ungu kuning hitam: paracanthus hepatus
Kuning putih hitam: lo volpinus
Hitam bondol putih: ostracion lentiginosum
bukan hanya 12 warna di sini
di karang Bunaken.

Dalam dunianya, setiap hati adalah raja
menyertai badan dalam pikiran
Tapi siapa tidak percaya di sini
adalah bagian Firdaus yang tersisa
Karang bukan hanya batu tapi makhluk
hidup dari jejak genesis dalam satu sabda.

Semua orang datang ke sini
di karang Bunaken
Bagaimana aku mencari nama untuk arti laut
Aku terlalu kagum pada kebesaran Ilahi.

Sumber: Kerygma & Martyria (Gramedia Pustaka Utama, 2004)

Analisis Puisi:

Puisi “Bunaken” karya Remy Sylado merupakan refleksi puitis tentang keindahan alam laut yang berpadu dengan kesadaran spiritual. Dengan menghadirkan kekayaan biota laut dan warna-warni terumbu karang, puisi ini tidak hanya menjadi deskripsi alam, tetapi juga perenungan tentang kebesaran Ilahi.

Tema

Tema utama puisi ini adalah keindahan alam dan kesadaran spiritual terhadap kebesaran Tuhan.

Puisi ini bercerita tentang kekaguman penyair terhadap keindahan bawah laut Bunaken, yang dipenuhi oleh berbagai jenis ikan dan warna yang memukau. Penyair menyebutkan nama-nama ilmiah ikan, memperkuat kesan nyata dan ilmiah dari kekayaan alam tersebut.

Selain itu, puisi ini juga menghadirkan refleksi bahwa siapa pun—baik yang percaya maupun tidak percaya kepada Tuhan—akan tetap merasakan keindahan dan makna dari alam tersebut.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa alam merupakan bukti nyata kebesaran dan keindahan ciptaan Tuhan yang dapat dirasakan oleh semua manusia tanpa memandang keyakinan.

Terumbu karang tidak hanya dilihat sebagai benda mati, tetapi sebagai makhluk hidup yang memiliki nilai spiritual. Bunaken digambarkan sebagai “bagian Firdaus yang tersisa”, menegaskan bahwa keindahan alam adalah refleksi dari surga di dunia.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini terasa takjub, khusyuk, dan penuh kekaguman, dengan nuansa spiritual yang kuat.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat diambil adalah bahwa manusia perlu menghargai dan menjaga keindahan alam sebagai bagian dari ciptaan Tuhan. Puisi ini juga mengajak pembaca untuk merenungkan kebesaran Ilahi melalui alam.

Imaji

Puisi ini menghadirkan imaji yang sangat kaya dan hidup, antara lain:
  • Imaji visual: warna-warni ikan dan terumbu karang.
  • Imaji ilmiah: penyebutan nama spesies ikan.
  • Imaji suasana: keindahan bawah laut yang memukau.
  • Imaji spiritual: laut sebagai bagian dari Firdaus.
Imaji tersebut menciptakan pengalaman visual dan batin yang mendalam.

Majas

Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini antara lain:
  • Metafora: Bunaken sebagai bagian dari Firdaus.
  • Simbolisme: laut sebagai lambang kehidupan dan keagungan.
  • Personifikasi: karang sebagai makhluk hidup.
  • Hiperbola: penggambaran kekaguman yang berlebihan terhadap alam.
Puisi “Bunaken” karya Remy Sylado adalah perpaduan antara keindahan alam dan kedalaman spiritual. Dengan bahasa yang kaya dan imaji yang kuat, puisi ini mengajak pembaca untuk tidak hanya menikmati keindahan dunia, tetapi juga memahami makna yang lebih dalam di balik ciptaan tersebut.

Puisi Remy Sylado
Puisi: Bunaken
Karya: Remy Sylado
© Sepenuhnya. All rights reserved.