Coretan Sukma
IB=A
IA=A
xxx=A
Now=B
Ayam kambak
Terkenang masa yang telah berlalu
Tersimpan dalam memori kalbu
Tak lekang oleh berlalunya waktu
Sebagai pemecut laju lembaran baru
Betapa banyak ide dan gagasan yang lahir
Betapa banyak diskusi dan debat kusir
Betapa banyak waktu lembur
Untuk lahir naskah yang zahir
Yang dulu tiada menjadi ada
Bukan suatu fatamorgana
Bukan imajinasi belaka
Bukan angan-angan yang sia-sia
Semua demi suatu tujuan bersama
Demi harapan dan cita-cita
Dengan iringan doa
Restu dari Yang Maha Kuasa
Munjul, Kamis, 14 April 2022, 01.21 WIB
Analisis Puisi:
Puisi “Coretan Sukma” karya Riyanto merupakan sajak reflektif yang memadukan simbol personal, kenangan kolektif, dan semangat produktivitas intelektual. Judulnya sendiri menunjukkan bahwa puisi ini adalah luapan batin—catatan jiwa yang merekam perjalanan ide, kerja keras, dan pencapaian bersama.
Bagian awal puisi yang menghadirkan simbol-simbol seperti “IB=A, IA=A, xxx=A, Now=B, Ayam kambak” memberi kesan kode atau sandi personal. Ini membuka ruang tafsir bahwa penyair sedang menandai fase kehidupan atau transformasi tertentu.
Tema
Tema puisi ini adalah refleksi perjalanan ide dan kerja kolektif yang membuahkan pencapaian nyata.
Puisi ini bercerita tentang kenangan masa lalu yang tersimpan dalam memori, yang menjadi pendorong untuk membuka lembaran baru. Penyair mengenang proses panjang: lahirnya ide, diskusi, debat, lembur, hingga akhirnya tercipta naskah yang nyata.
Apa yang dahulu tidak ada, kini menjadi ada. Semua itu bukan ilusi atau angan-angan kosong, melainkan hasil perjuangan bersama demi tujuan yang sama, disertai doa dan restu Ilahi.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah bahwa setiap pencapaian lahir dari proses panjang yang penuh dinamika intelektual dan spiritual.
Kenangan bukan sekadar nostalgia, tetapi energi pendorong untuk melangkah lebih maju. Diskusi dan “debat kusir” menunjukkan bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian dari proses kreatif.
Bagian awal yang berupa simbol dapat dimaknai sebagai fase transformasi—perubahan status, peran, atau kondisi dari masa lalu menuju masa kini. Puisi ini menegaskan bahwa keberhasilan bukan fatamorgana, melainkan buah kerja keras dan doa.
Suasana dalam Puisi
Suasana puisi terasa nostalgis, reflektif, dan optimistis. Ada rasa bangga atas proses yang telah dilalui, sekaligus keyakinan akan masa depan.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat puisi ini antara lain:
- Hargai proses panjang di balik setiap pencapaian.
- Jangan remehkan perbedaan pendapat dalam perjalanan menuju tujuan bersama.
- Padukan usaha keras dengan doa dan restu Ilahi.
Puisi ini mengajarkan bahwa keberhasilan lahir dari kolaborasi, kerja keras, dan keyakinan spiritual.
Puisi “Coretan Sukma” karya Riyanto adalah refleksi tentang perjalanan ide dan kerja kolektif yang membuahkan hasil nyata. Melalui kenangan, simbol, dan repetisi, penyair menegaskan bahwa pencapaian bukan sekadar angan-angan, melainkan hasil sinergi antara usaha manusia dan restu Tuhan. Puisi ini menjadi pengingat bahwa setiap coretan jiwa menyimpan jejak perjuangan yang bermakna.
Karya: Riyanto
Biodata Riyanto:
- Riyanto lahir pada tanggal 19 September 1977 di Jakarta.