Dalam Doaku Masih Ada Namamu
Setiap malam aku masih bertelut
Menyebutkan namamu dalam barisan doaku
Sekali pun aku tak pernah mengutukmu
Dalam kemarahan dan kekecewaanku
Kau tak perlu datang untuk sebuah maaf
Aku sudah mengirimkannya dalam doa yang kulantunkan pada Sang pemilik hidup
Jika menemuiku menjadi harapmu
Datanglah dalam nyanyian doamu
Kita akan bertemu dalam ketetapan-Nya
Perpisahan kita bukan buah kebencian
Kita hanya tak bisa melangkah lebih jauh
Aku berhenti karena tak ingin saling menyakiti
Aku menyelamatkan hatiku dari luka
Dan aku menyelamatkanmu dari luka yang bisa saja kuciptakan
Aku tak pernah menyalahkan siapa pun
Aku tak pernah menyesali waktu yang sudah terlewat
Menangis pasti
Sakit pasti
Tapi aku tak memilih pasrah
Aku memutuskan untuk berserah pada-Nya
Jika hari ini kau temui aku
Lihatlah, tidak ada pantulan kebencian pada mataku
Hingga hari ini dalam setiap doa yang kunaikkan masih ada namamu
2023
Analisis Puisi:
Puisi “Dalam Doaku Masih Ada Namamu” merupakan puisi reflektif yang memadukan tema cinta, keikhlasan, dan spiritualitas. Lalik Kongkar menghadirkan suara seseorang yang dewasa secara emosional—tidak lagi terjebak dalam kemarahan, melainkan memilih jalan doa dan penyerahan diri kepada Tuhan. Puisi ini bergerak dari luka menuju penerimaan, dari kecewa menuju keikhlasan.
Tema
Tema utama puisi ini adalah keikhlasan dalam perpisahan yang dibingkai oleh nilai religius dan spiritual. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema cinta yang matang serta penyerahan diri kepada kehendak Tuhan.
Secara garis besar, puisi ini bercerita tentang seseorang yang masih menyebut nama mantan kekasihnya dalam doa, meskipun hubungan mereka telah berakhir.
Penyair tidak menyimpan kebencian. Ia bahkan telah mengirimkan maaf melalui doa kepada “Sang pemilik hidup.” Perpisahan mereka bukan karena benci, melainkan karena kesadaran bahwa melanjutkan hubungan hanya akan saling melukai.
Dalam larik-larik berikutnya, penyair menegaskan bahwa ia memilih berserah, bukan pasrah. Ia menjaga hatinya sekaligus menjaga hati orang yang dicintainya.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa cinta sejati tidak selalu berarti memiliki. Terkadang, cinta justru diwujudkan dalam bentuk melepaskan dengan doa dan tanpa dendam.
Puisi ini juga menyiratkan kedewasaan emosional: kemampuan untuk menerima kenyataan tanpa menyalahkan siapa pun. Ketika penyair berkata bahwa ia “memutuskan untuk berserah pada-Nya,” terdapat makna bahwa kekuatan tertinggi dalam mengatasi luka adalah spiritualitas.
Nama yang masih disebut dalam doa bukan tanda keterikatan yang menyakitkan, melainkan bentuk kepedulian yang tulus.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini cenderung haru, tenang, dan penuh ketulusan. Meski ada pengakuan tentang tangis dan sakit, nada keseluruhannya tidak getir. Justru terasa damai dan lapang.
Nuansa religius memperkuat kesan khusyuk dan reflektif.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat atau pesan yang disampaikan puisi ini adalah bahwa perpisahan tidak harus disertai kebencian. Cinta yang dewasa mampu melepaskan dengan doa, memaafkan tanpa harus diminta, dan menyerahkan segala keputusan pada Tuhan. Puisi ini juga mengajarkan bahwa menjaga hati—baik hati sendiri maupun hati orang lain—adalah bentuk tanggung jawab dalam relasi.
Puisi “Dalam Doaku Masih Ada Namamu” karya Lalik Kongkar adalah puisi tentang cinta yang matang dan spiritual. Dengan bahasa yang lugas dan emosional, penyair menggambarkan proses berdamai dengan luka melalui doa dan penyerahan diri kepada Tuhan.
Puisi ini menegaskan bahwa dalam perpisahan pun, cinta dapat tetap hidup—bukan dalam bentuk kepemilikan, melainkan dalam doa yang tulus dan tanpa kebencian.
Karya: Lalik Kongkar
Biodata Lalik Kongkar:
- Lalik Kongkar. Pemerhati Pembangunan Desa. Minat Kajian Politik, Sastra dan Filsafat.
