Puisi: Dalam Nyanyian Tuhan (Karya Soni Farid Maulana)

Puisi “Dalam Nyanyian Tuhan” karya Soni Farid Maulana mengajak pembaca menyelami relasi manusia dengan Tuhan, sekaligus menyadari kefanaan hidup di ..
Dalam Nyanyian Tuhan

diriku merapat dalam nyanyian Tuhan
angin berdesing
lebih dekat lagi, dalam syair Tuhan, fana bumi
terwujud

dalam nyanyian titian kasih Tuhan, kulumat
hamparan hidup, gelap dan terang saling menyambar
bertubi-tubi menusuk fana bumi, menusuk diriku
jatuh ke tanah, kemudian sirna, tinggal nyawa

1980

Sumber: Hai (Oktober, 1983)

Analisis Puisi:

Puisi “Dalam Nyanyian Tuhan” karya Soni Farid Maulana merupakan karya yang sarat dengan nuansa spiritual dan kontemplatif. Melalui diksi yang padat dan simbolik, penyair mengajak pembaca menyelami relasi manusia dengan Tuhan, sekaligus menyadari kefanaan hidup di dunia.

Tema

Tema utama puisi ini adalah spiritualitas dan penyerahan diri kepada Tuhan. Selain itu, terdapat tema tentang kefanaan hidup, pergulatan batin, serta pencarian makna eksistensi.

Puisi ini bercerita tentang perjalanan batin seorang individu yang berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan melalui “nyanyian” dan “syair” sebagai simbol keilahian. Dalam proses tersebut, penyair mengalami pergulatan antara terang dan gelap kehidupan, hingga akhirnya menyadari kefanaan dirinya sebagai manusia.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini antara lain:
  • Kehidupan dunia bersifat fana dan sementara, sehingga manusia pada akhirnya akan kembali kepada Tuhan.
  • “Nyanyian Tuhan” dapat dimaknai sebagai kehendak, firman, atau harmoni ilahi yang menjadi tempat manusia bersandar.
  • Pergulatan antara “gelap dan terang” mencerminkan konflik batin manusia dalam menjalani kehidupan.
  • Ungkapan “tinggal nyawa” menunjukkan bahwa hakikat manusia pada akhirnya hanyalah jiwa yang kembali kepada Sang Pencipta.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini terasa khusyuk, intens, dan kontemplatif, dengan sentuhan dramatis akibat adanya konflik antara gelap dan terang yang “saling menyambar”.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat dipetik dari puisi ini adalah:
  • Manusia perlu mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai sumber makna hidup.
  • Kesadaran akan kefanaan penting agar manusia tidak terjebak dalam ilusi dunia.
  • Pergulatan hidup, baik suka maupun duka, merupakan bagian dari proses menuju pemahaman spiritual yang lebih tinggi.
Puisi ini menampilkan kedalaman spiritual khas Soni Farid Maulana dengan bahasa yang ringkas namun sarat makna. Puisi ini tidak hanya menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan hakikat hidup, penderitaan, dan tujuan akhir manusia.

Soni Farid Maulana
Puisi: Dalam Nyanyian Tuhan
Karya: Soni Farid Maulana

Biodata Soni Farid Maulana:
  • Soni Farid Maulana lahir pada tanggal 19 Februari 1962 di Tasikmalaya, Jawa Barat.
  • Soni Farid Maulana meninggal dunia pada tanggal 27 November 2022 (pada usia 60 tahun) di Ciamis, Jawa Barat.
© Sepenuhnya. All rights reserved.