Puisi: Dalam Pelayaran di Utara (Karya Remy Sylado)

Puisi “Dalam Pelayaran di Utara” karya Remy Sylado menghadirkan gambaran perjalanan laut yang sarat makna simbolik.
Dalam Pelayaran di Utara

Sekali tempo pergilah berlayar ke utara
Pasifik di timur laut yang trog memanjang
Cina Selatan di barat laut yang taifun sekonyong
Biru adalah hitam dan putih hanya buih
Siang lingkar garis bertemu langit dengan air
Malam terserah nasib apakah sampai juga di tujuan
Dan jika ombak menjadi gelombang oleh badai
Rasakan apa arti takut pada ambang maut.

Tapi hanya orang-orang seperti kita
Percaya setelah maut bergilir hidup baru.

Sumber: Kerygma & Martyria (Gramedia Pustaka Utama, 2004)

Analisis Puisi:

Puisi “Dalam Pelayaran di Utara” karya Remy Sylado menghadirkan gambaran perjalanan laut yang sarat makna simbolik. Melalui latar pelayaran di wilayah utara, penyair tidak hanya berbicara tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin manusia dalam menghadapi risiko, ketakutan, dan keyakinan akan kehidupan setelah kematian.

Tema

Tema utama puisi ini adalah perjalanan hidup manusia yang penuh risiko dan ketidakpastian. Selain itu, terdapat tema tentang keberanian, ketakutan terhadap kematian, dan keyakinan spiritual.

Puisi ini bercerita tentang sebuah pelayaran ke wilayah utara yang penuh bahaya, dengan laut yang luas dan kondisi alam yang tidak menentu. Dalam perjalanan tersebut, manusia dihadapkan pada kemungkinan kematian, sehingga memunculkan refleksi tentang keberanian dan keyakinan terhadap kehidupan setelah maut.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini antara lain:
  • Pelayaran melambangkan perjalanan hidup manusia yang tidak pasti dan penuh tantangan.
  • Laut yang luas dan badai mencerminkan kesulitan serta risiko yang harus dihadapi dalam kehidupan.
  • Ungkapan “biru adalah hitam dan putih hanya buih” menunjukkan bahwa realitas tidak selalu seperti yang tampak—penuh ilusi dan ketidakpastian.
  • Ketakutan di ambang maut menggambarkan kesadaran manusia akan kefanaan hidup.
  • Keyakinan akan “hidup baru” setelah maut mencerminkan kepercayaan spiritual terhadap kehidupan setelah kematian.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini terasa tegang, menegangkan, dan reflektif, dengan nuansa keberanian yang bercampur ketakutan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat dipetik dari puisi ini adalah:
  • Manusia harus berani menghadapi risiko dalam perjalanan hidup.
  • Ketakutan terhadap kematian adalah bagian alami dari kehidupan, namun tidak boleh melumpuhkan keberanian.
  • Keyakinan spiritual dapat menjadi pegangan dalam menghadapi situasi sulit dan tidak pasti.
Puisi ini merupakan refleksi filosofis tentang kehidupan sebagai perjalanan yang penuh tantangan. Remy Sylado berhasil menggabungkan gambaran alam dengan pemikiran spiritual, sehingga puisi “Dalam Pelayaran di Utara” menjadi puisi yang tidak hanya deskriptif, tetapi juga sarat makna tentang keberanian, ketakutan, dan keyakinan manusia.

Remy Sylado
Puisi: Dalam Pelayaran di Utara
Karya: Remy Sylado
© Sepenuhnya. All rights reserved.