Puisi: Dari Suatu Masa (Karya Leon Agusta)

Puisi “Dari Suatu Masa” karya Leon Agusta menggambarkan momen ketika seseorang meninggalkan masa lalu menuju masa depan yang belum pasti.
Dari Suatu Masa

"Mungkin masih ada yang tersisa dari prahara
selain puisi", katamu sembari bergegas pergi
Aku tak begitu sadar apa pernah mengucapkannya
Gerangan berapa kali atau memang tak pernah
Tapi kenapa ada yang mengingatkan lagi?
Aku ingin mengatakan kau mungkin benar
Aku mengira kau masih akan menoleh sejenak
Ketika kau melangkah meninggalkan pagar terbuka
Pagar yang sudah melepasmu dari suatu masa
Menuju sebuah zaman lain yang belum bernama

1999

Sumber: Gendang Pengembara (2012)

Analisis Puisi:

Puisi “Dari Suatu Masa” karya Leon Agusta menghadirkan refleksi tentang ingatan, perpisahan, dan peralihan waktu. Dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna, penyair menggambarkan momen ketika seseorang meninggalkan masa lalu menuju masa depan yang belum pasti.

Tema

Tema utama puisi ini adalah perpisahan dan peralihan dari masa lalu ke masa depan. Selain itu, terdapat tema pendukung berupa ingatan, ketidakpastian, dan refleksi diri.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini antara lain:
  • “Prahara” melambangkan pengalaman pahit atau konflik yang pernah terjadi.
  • “Puisi” menjadi simbol sisa-sisa makna atau kenangan yang bertahan setelah peristiwa berlalu.
  • Keraguan terhadap ingatan menunjukkan bahwa memori manusia tidak selalu pasti dan bisa berubah.
  • “Pagar terbuka” melambangkan batas antara masa lalu dan masa depan yang telah dilalui.
  • “Zaman lain yang belum bernama” menyiratkan masa depan yang belum jelas dan penuh kemungkinan.
  • Ketidakmampuan penyair untuk memastikan ucapan masa lalu menunjukkan keterasingan terhadap diri sendiri dan pengalaman yang telah terjadi.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa:
  • Melankolis dan reflektif.
  • Hening dengan nuansa kehilangan.
  • Penuh keraguan dan ketidakpastian.

Amanat / Pesan

Pesan yang dapat diambil dari puisi ini antara lain:
  • Masa lalu tidak selalu dapat dipahami secara utuh, tetapi tetap membentuk diri kita.
  • Perpisahan adalah bagian dari perjalanan hidup yang tak terelakkan.
  • Masa depan selalu penuh ketidakpastian, namun harus tetap dijalani.
  • Kenangan, meskipun samar, tetap memiliki makna dalam kehidupan.

Imaji

Puisi ini menghadirkan imaji yang halus namun efektif:
  • Imaji visual: pagar terbuka, seseorang yang berjalan pergi.
  • Imaji perasaan: keraguan, kehilangan, dan refleksi.
  • Imaji suasana: peralihan waktu yang sunyi.
Imaji tersebut memperkuat nuansa transisi dan kehilangan dalam puisi.

Majas

Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini antara lain:
  • Metafora: pagar sebagai simbol batas waktu dan pengalaman.
  • Simbolisme: puisi sebagai sisa makna dari prahara.
  • Paradoks: mengingat sesuatu yang mungkin tidak pernah terjadi.
  • Retoris: pertanyaan tentang ingatan.
  • Personifikasi (implisit): zaman yang “belum bernama”.
Puisi “Dari Suatu Masa” menggambarkan momen peralihan yang sarat emosi antara masa lalu dan masa depan. Dengan pendekatan reflektif, Leon Agusta menyoroti ketidakpastian ingatan dan makna perpisahan. Puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan bagaimana kenangan, kehilangan, dan perubahan waktu membentuk perjalanan hidup manusia.

Leon Agusta
Puisi: Dari Suatu Masa
Karya: Leon Agusta

Biodata Leon Agusta:
  • Leon Agusta (Ridwan Ilyas Sutan Badaro) lahir pada tanggal 5 Agustus 1938 di Sigiran, Maninjau, Sumatra Barat.
  • Leon Agusta meninggal dunia pada tanggal 10 Desember 2015 (pada umur 77) di Padang, Sumatra Barat.
  • Leon Agusta adalah salah satu Sastrawan Angkatan 70-an.
© Sepenuhnya. All rights reserved.