Puisi: Di Negeri Pohon-Pohon Kastanya (Karya Nenden Lilis Aisyah)

Puisi “Di Negeri Pohon-Pohon Kastanya” karya Nenden Lilis Aisyah menghadirkan perpaduan antara romantisme, nostalgia, dan refleksi sejarah.
Di Negeri Pohon-Pohon Kastanya

memang, hanya sejenak kau mengajakku wisata di abad lama
gembira menyaksikan trubadur dan sirkus boneka
di centrum-centrum kota, negeri pohon-pohon kastanya
- kastil dan museum para pengelana dunia -

sejenak kau hibur aku dengan cinta
yang melintas tiba-tiba seperti kereta kuda
dan kau buat dataran cantik ini cendera mata
untukku, kanak yang riang menikmati kado mainan

kita pun berebut meletakkan rumah-rumah mungil
bercerobong asap di antara kotak-kotak jalan yang teratur,
menggerakkan sepur mengikuti rel ke desa-desa berair subur,
menghidupkan kincir angin, memasang gudang rempah,
dan menghamparkan padang ternak

tapi aku mencium wangi yang kukenal
begitu jauh, seakan dihembuskan kapal-kapal tua dan silam
dari laut tenggara

kutatap matamu, ada bulan menggantung biru
hatiku bimbang, namun kuputuskan pulang
aku teringat multatuli

1999

Sumber: Maskumambang buat Ibu (Rumput Merah, 2016)

Analisis Puisi:

Puisi “Di Negeri Pohon-Pohon Kastanya” karya Nenden Lilis Aisyah menghadirkan perpaduan antara romantisme, nostalgia, dan refleksi sejarah. Dengan latar imajinatif yang menyerupai negeri Eropa klasik, puisi ini berkembang menjadi perenungan tentang identitas dan kesadaran akan jejak masa lalu.

Tema

Tema utama puisi ini adalah nostalgia perjalanan, cinta sesaat, dan kesadaran sejarah kolonial.

Puisi ini bercerita tentang pengalaman seseorang yang diajak menjelajahi sebuah negeri asing yang penuh pesona—dengan kastil, museum, trubadur, hingga lanskap yang tertata indah.

Dalam perjalanan itu, hadir pula nuansa cinta yang singkat namun membekas. Penyair menikmati pengalaman tersebut layaknya anak kecil yang bermain, membangun dunia imajinatif yang rapi dan indah.

Namun, di tengah keindahan itu, muncul kesadaran akan sesuatu yang familiar—aroma sejarah yang datang dari “laut tenggara”. Pada akhirnya, penyair memilih pulang, mengingat sosok Multatuli yang identik dengan kritik terhadap kolonialisme.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa keindahan dan kemajuan suatu negeri tidak bisa dilepaskan dari sejarahnya, termasuk sejarah kolonial yang melibatkan penderitaan bangsa lain.

Perjalanan ke negeri kastanya bukan hanya wisata, tetapi juga perjalanan kesadaran. Cinta yang hadir pun bersifat sementara, kalah oleh panggilan identitas dan sejarah yang lebih dalam.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini terasa indah, hangat, dan nostalgik di awal, kemudian berubah menjadi reflektif dan sedikit getir di bagian akhir.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat diambil adalah bahwa manusia perlu memiliki kesadaran sejarah dan tidak terbuai oleh keindahan semu yang menutupi realitas masa lalu.

Puisi ini juga mengingatkan pentingnya kembali pada jati diri dan memahami akar sejarah sendiri.

Imaji

Puisi ini menghadirkan imaji yang kaya dan detail, antara lain:
  • Imaji visual: kastil, museum, rumah mungil, kincir angin.
  • Imaji suasana: negeri yang tertata rapi dan indah.
  • Imaji penciuman: wangi yang datang dari laut tenggara
  • Imaji simbolik: bulan biru dan perjalanan pulang.
Imaji tersebut membangun kontras antara keindahan luar dan kesadaran batin.

Majas

Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini antara lain:
  • Metafora: perjalanan sebagai simbol pencarian identitas.
  • Simile: cinta yang melintas seperti kereta kuda.
  • Simbolisme: negeri kastanya sebagai representasi dunia Barat.
  • Personifikasi: aroma sejarah yang seolah “datang” dari laut.
  • Alusi: penyebutan Multatuli sebagai rujukan sejarah kolonial.
Puisi “Di Negeri Pohon-Pohon Kastanya” karya Nenden Lilis Aisyah adalah karya yang memadukan keindahan imajinasi dengan kedalaman refleksi sejarah. Puisi ini mengajak pembaca untuk tidak hanya menikmati pesona dunia, tetapi juga memahami makna di baliknya, serta tetap berpijak pada kesadaran identitas dan sejarah.

Nenden Lilis Aisyah
Puisi: Di Negeri Pohon-Pohon Kastanya
Karya: Nenden Lilis Aisyah

Biodata Nenden Lilis Aisyah:
  • Nenden Lilis Aisyah lahir di Malangbong, Garut, Jawa Barat, pada tanggal 26 September 1971.
© Sepenuhnya. All rights reserved.