Puisi: Gestural (Karya Oka Rusmini)

Puisi “Gestural” karya Oka Rusmini menghadirkan kritik tajam terhadap eksploitasi dan objektifikasi tubuh perempuan.
Gestural
(bersama AH)

"aku mencium daging tumbuh. inikah judi? ketika perempuan berebut membuka pintu, melepas pakaian. membuang tubuh di kain hitam atau putih. melebarkan paha, mencari lubang, lalu menusukkan besi. perempuan berwajah pucat itu melambaikan tangan. tanpa senyum, tanpa perasaan, menyumpahi kami dengan kata-kata kasar. meludahi kami dengan kutukan"

"masuk! timbang dagingmu!"

"keping awan di dagingmu, telah membunuh calon anak-anakmu"

2001

Sumber: Kompas (Jumat, 2 Mei 2003)

Analisis Puisi:

Puisi “Gestural” karya Oka Rusmini merupakan karya yang keras, provokatif, dan penuh daya gugah. Melalui bahasa yang lugas dan citraan tubuh yang intens, penyair membangun kritik sosial terhadap praktik yang menyentuh tubuh perempuan, kekuasaan, dan pilihan yang terpaksa diambil dalam situasi tertentu. Puisi ini tidak hanya berbicara tentang tubuh secara fisik, tetapi juga tentang martabat, luka, dan sistem yang membelenggu.

Tema

Tema puisi ini adalah eksploitasi tubuh perempuan dan kritik terhadap sistem sosial yang memaksa perempuan berhadapan dengan pilihan-pilihan tragis. Tubuh dalam puisi menjadi arena kuasa, transaksi, dan kehilangan.

Makna Tersirat

Puisi ini berkaitan dengan kritik terhadap praktik aborsi yang dilakukan dalam tekanan sosial, ekonomi, atau budaya. Penyair tidak menyampaikannya secara moralistis, tetapi melalui gambaran gestural—gerakan tubuh, tindakan fisik, dan bahasa yang kasar.

“Judi” dalam larik awal menyiratkan risiko dan ketidakpastian. Tubuh perempuan menjadi taruhan dalam sistem yang tidak sepenuhnya adil.

Frasa “timbang dagingmu” menyiratkan reduksi kemanusiaan menjadi sekadar materi. Sementara “keping awan” dapat dimaknai sebagai simbol janin atau harapan yang belum sempat lahir.

Puisi ini juga bisa dibaca sebagai kritik terhadap sistem medis atau sosial yang tidak memberi ruang empati bagi perempuan dalam kondisi genting.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini tegang, getir, dan konfrontatif. Bahasa yang digunakan terasa keras dan langsung, menciptakan ketidaknyamanan yang disengaja agar pembaca merasakan tekanan dan luka yang dialami tokoh-tokohnya.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat / pesan yang disampaikan puisi ini adalah perlunya kesadaran terhadap kondisi perempuan yang sering terjebak dalam situasi tanpa pilihan. Tubuh bukan sekadar objek yang dapat ditimbang atau diperlakukan sebagai komoditas. Puisi ini juga mengajak pembaca untuk melihat persoalan reproduksi dan keputusan tubuh dengan empati, bukan sekadar penilaian moral.

Puisi “Gestural” karya Oka Rusmini adalah puisi yang kuat secara sosial dan emosional. Dengan pendekatan gestural—mengandalkan gerak tubuh dan citraan fisik—penyair menghadirkan kritik tajam terhadap eksploitasi dan objektifikasi tubuh perempuan.

Puisi ini menantang pembaca untuk tidak berpaling dari realitas pahit yang sering disembunyikan, serta mengajak untuk melihat persoalan tubuh dan pilihan hidup dengan empati dan kesadaran yang lebih dalam.

Oka Rusmini
Puisi: Gestural
Karya: Oka Rusmini

Biodata Oka Rusmini:
  • Oka Rusmini lahir di Jakarta pada tanggal 11 Juli 1967.
© Sepenuhnya. All rights reserved.