Puisi: Hibah (Karya Riyanto)

Puisi “Hibah” karya Riyanto menyiratkan bahwa tata kelola yang baik adalah bagian dari tanggung jawab moral dan profesional.

Hibah

Hibah banyak ragamnya
Hibah yang pasti-pasti saja
Yang bisa tercatat senyatanya
Yang akuntabel dan dapat dipercaya

Hotel Grand Mercure Bandung, 8 November 2022, 20:20 WIB

Analisis Puisi:

Puisi “Hibah” karya Riyanto merupakan puisi pendek yang mengangkat istilah administratif ke dalam bentuk puitik. Dengan diksi lugas dan struktur berima, puisi ini menyoroti konsep hibah tidak hanya sebagai pemberian, tetapi sebagai sesuatu yang harus jelas, tercatat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Walau sederhana secara struktur, puisi ini mengandung pesan etis yang kuat, terutama dalam konteks tata kelola dan akuntabilitas.

Tema

Tema utama puisi ini adalah akuntabilitas dalam pengelolaan hibah.

Makna Tersirat

Beberapa makna tersirat dalam puisi ini antara lain:
  • Penegasan pentingnya transparansi. “Yang bisa tercatat senyatanya” menyiratkan perlunya dokumentasi yang sah dan jelas.
  • Kritik implisit terhadap praktik yang tidak tertib. Dengan menekankan hibah yang akuntabel, puisi ini secara tidak langsung mengingatkan adanya kemungkinan penyimpangan jika tidak dikelola dengan baik.
  • Kepercayaan sebagai fondasi utama. Hibah bukan sekadar pemberian, tetapi hubungan kepercayaan antara pemberi dan penerima.
Puisi ini menyiratkan bahwa tata kelola yang baik adalah bagian dari tanggung jawab moral dan profesional.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa tegas, lugas, dan normatif. Tidak ada nuansa emosional yang meluap; sebaliknya, penyair menampilkan nada rasional dan afirmatif, seolah sedang menegaskan prinsip yang harus dijunjung.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang disampaikan puisi ini adalah:
  • Hibah harus dikelola secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Kepercayaan publik bergantung pada akuntabilitas.
  • Administrasi yang jelas bukan sekadar prosedur, tetapi bentuk integritas.
Puisi ini mengajak pembaca—terutama yang berada dalam lingkup pengelolaan keuangan atau aset—untuk menjunjung prinsip tata kelola yang baik.

Puisi “Hibah” karya Riyanto merupakan refleksi singkat namun padat tentang pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan pemberian atau bantuan. Puisi ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik lahir dari tata kelola yang jujur dan tertib.

Riyanto
Puisi: Hibah
Karya: Riyanto

Biodata Riyanto:
  • Riyanto lahir pada tanggal 19 September 1977 di Jakarta.
© Sepenuhnya. All rights reserved.